Tunggu Instruksi Pusat, WFH ASN Sampang Belum Diberlakukan
Ach. Mukrim - Monday, 30 March 2026 | 05:52 AM


salsabilafm.com - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sampang masih belum memberlakukan kebijakan Work From Home (WFH) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN). Rencana WFH dilakukan sebagai solusi penghematan Bahan Bakar Minyak (BBM) akibat krisis energi global.
Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Sampang, Arief Lukman Hidayat, menyampaikan, hingga saat ini pihaknya belum menerima Surat Edaran (SE) resmi dari Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan-RB) sebagai dasar penerapan kebijakan tersebut.
Menurutnya, Pemkab Sampang memilih bersikap hati-hati dengan menunggu kepastian regulasi dari pemerintah pusat sebelum mengambil keputusan. Menurutnya, aspek legalitas menjadi pertimbangan utama agar kebijakan yang diambil tidak menyalahi aturan.
"Kami belum bisa melangkah tanpa dasar hukum yang jelas. Kemungkinan daerah lain juga masih menunggu hal yang sama," katanya, Senin (30/3/2026).
Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Sampang, Yuliadi Setiyawan, melalui Kepala Bagian Organisasi Setda Sampang, Agus Suryantono, mengaku hingga kini belum ada arahan resmi yang diterima, baik dari pemerintah pusat maupun Pemerintah Provinsi Jawa Timur.
Agus menuturkan, pemerintah daerah masih menanti regulasi yang akan dijadikan acuan teknis dalam pelaksanaan WFH. Ia menyebut, pembahasan terkait hal tersebut sebenarnya direncanakan akan dilakukan melalui rapat koordinasi antara kabag organisasi se-Jawa Timur dengan Biro Organisasi Pemprov Jawa Timur. Namun, rencana tersebut belum dapat dipastikan karena undangan resmi belum diterima.
"Kami masih menunggu kejelasan regulasi, baik dari pusat maupun provinsi," ujarnya.
Lebih lanjut, Agus mengungkapkan, hingga saat ini belum ada langkah persiapan khusus yang dilakukan oleh Pemkab Sampang terkait kemungkinan penerapan WFH. Meski begitu, dia memastikan pelayanan publik tetap menjadi prioritas utama.
"Jika nanti kebijakan itu sudah jelas, kami akan segera berkoordinasi dengan seluruh OPD. Yang pasti, pelayanan kepada masyarakat tidak boleh terganggu," pungkasnya. (Mukrim)
Next News

Bupati Sampang Kawal Usulan Strategis di Musrenbang Jatim 2027
12 hours ago

Gelar Pasar Murah, Pertamina Patra Niaga Bantu Kebutuhan Pangan Warga Bojonegoro
12 hours ago

Kemenhaj Bangkalan Pastikan Jamaah Calon Haji Aman Selama Ibadah
13 hours ago

Warga Pulau Mandangin Keluhkan Harga LPG 3 Kg Tembus Rp30 Ribu, Pemerintah Lakukan Investigasi
18 hours ago

Pelajar SMK Tersengat Listrik di Depan Sekolah, PLN Sebut Sumber dari PJU Ilegal
18 hours ago

Prabowo Bertemu Putin di Kremlin, Sepakati Kerja Sama Energi hingga Investasi
18 hours ago

Ketegangan di Timur Tengah Kembali Meningkat, Harga Minyak Tembus US$100 per Barel
18 hours ago

Warga di Sampang Keluhkan Jalan Poros Desa Rusak Parah, Kades: DD Alami Pemangkasan
2 days ago

Pasca Ambruk, SDN Pangilen Terpaksa Lakukan KBM di Luar Kelas
2 days ago

Belasan CJH Sumenep Batal Berangkat Haji, Kondisi Kesehatan Jadi Faktor Utama
2 days ago




