Terganjal Karang, Evakuasi Tongkang RMN 3340 di Sampang Gunakan Metode Balon Apung
Ach. Mukrim - Sunday, 29 March 2026 | 07:21 AM


salsabilafm.com - Sudah dua bulan lamanya kapal tongkang bermuatan batu bara RMN 3340 terdampar di perairan Dusun Bundan, Desa Ketapang Barat, Sampang, Madura. Kapal raksasa yang kandas sejak 23 Januari 2026 tersebut hingga kini belum berhasil dievakuasi akibat posisi lambung yang terjepit batuan karang.
Kapal tongkang berwarna hitam itu awalnya ditarik oleh Tugboat Indo Power 12 tujuan Cirebon Samarinda. Namun, di tengah lautan terjadi cuaca ekstrem sehingga terbawa arus hingga perairan Madura.Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Sebanyak 10 anak buah kapal (ABK) berhasil dievakuasi dengan selamat.
Marwan (55), seorang nelayan setempat, mengungkapkan, kandasnya kapal milik PT Prima Lestari Segara Abadi tersebut sempat menggegerkan masyarakat. Warga berbondong-bondong datang untuk melihat langsung kapal berukuran raksasa itu. Fenomena ini bahkan menarik minat wisatawan dari luar daerah.
Menurutnya, di balik ramainya pengunjung, tersimpan keresahan mendalam bagi komunitas nelayan lokal. Kehadiran kapal tersebut mulai mengganggu aktivitas melaut karena menghalangi jalur keluar-masuk perahu. Selain itu, warga juga mengkhawatirkan dampak jangka panjang terhadap ekosistem laut dan keselamatan pelayaran di area tersebut.
"Warga mulai resah. Selain mengganggu aktivitas nelayan, keberadaan kapal ini dikhawatirkan berdampak buruk pada lingkungan sekitar jika tidak segera dievakuasi," ungkapnya, Minggu (29/3/2026).
Kepala Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (KUPP) Kelas III Telaga Biru, Edi Kiswanto, menyatakan, PT Prima Lestari Segara Abadi telah mulai mempersiapkan proses evakuasi kapal milik mereka. Rencananya, evakuasi akan dilakukan menggunakan metode balon apung.
"Kami akan meminta pihak Pekerja Bawah Air (PBA) untuk memaparkan teknis dan metode kerjanya terlebih dahulu. Arahan kami saat ini difokuskan pada persiapan teknis pengapungan balon," katanya.
Dia mengungkapkan, sebelumnya, pemilik kapal sempat berencana melakukan evakuasi pada akhir Januari atau awal Februari dengan memanfaatkan ombak besar atau air pasang dan ditarik dengan Tugboat. Namun, strategi tersebut urung dilakukan karena posisi lambung kapal yang sudah bersandar di atas terumbu karang.
"Kami khawatir jika dipaksa ditarik, akan terjadi robekan pada plat bajanya. Itulah sebabnya metode balon apung menjadi pilihan," tambahnya.
Edi menegaskan, metode ini merupakan alternatif yang paling memungkinkan setelah upaya penarikan menggunakan tugboat sebelumnya gagal.
"Oleh karena itu, saya meminta pemilik kapal segera menyiapkan seluruh peralatan yang dibutuhkan," pungkasnya. (Mukrim)
Next News

KM Mutiara Sentosa 2 Terbakar di Perairan Sumenep, Penumpang Mulai Dievakuasi
a day ago

APTI Sampang Tolak Aturan Pembatasan Tar-Nikotin dan Kemasan Polos
a day ago

Defisit APBD Sampang 2027 Diproyeksi Tembus Rp130,2 Miliar
a day ago

Aston Villa Kalahkan Indonesia All Stars 3-1 pada Laga Pra Musim di Jakarta
a day ago

Kapal Rute Surabaya-Makassar Terbakar di Perairan Sumenep, Angkut 250 Penumpang
a day ago

HCML Dukung Penguatan Kemitraan Strategis Industri Migas dengan Insan Pers
17 hours ago

ASN Sumenep Dilarang Live di Medsos saat Jam Kerja
2 days ago

Pertamina Patra Niaga Jatimbalinus Turunkan Harga BBM Non-Subsidi, Ini Daftar Terbarunya
2 days ago

Melonjak, Luas Lahan Tembakau di Sampang Tembus 90 Ribu Hektare
2 days ago

Bupati Lantik Faisol Ansori sebagai Pj Sekretaris Daerah Kabupaten Sampang
2 days ago




