Minggu, 17 Mei 2026
Salsabila FM
Lintas Berita

KJRI Jeddah Tangani Kasus Jemaah Haji Indonesia yang Rekam Perempuan Tanpa Izin

Redaksi - Saturday, 16 May 2026 | 05:40 AM

Background
KJRI Jeddah Tangani Kasus Jemaah Haji Indonesia yang Rekam Perempuan Tanpa Izin
Larangan merekam atau memotret seseorang tanpa izin di Arab Saudi ( Istimewa/)

salsabilafm.com - Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Jeddah baru-baru ini menangani kasus seorang jemaah haji asal Indonesia yang diamankan aparat keamanan di Madinah, Arab Saudi, setelah kedapatan mengambil video seorang perempuan tanpa izin.


Koordinator Satuan Tugas Pelindungan KJRI Jeddah, Akhmad Masbukhin, membenarkan adanya kasus tersebut. Menurut dia, jemaah yang terlibat kini telah berhadapan dengan proses hukum setempat. 


"Kita menangani satu kasus yang menarik, ada satu jemaah haji Indonesia ditangkap oleh kepolisian Markaziah di Madinah Munawaroh. Itu karena mengambil video seorang perempuan sekitar umur 30 tahun tanpa izin," ujar Akhmad Masbukhin dikutip dari unggahan resmi KJRI Jeddah, Selasa (12/5/2026). 




Meski jemaah tersebut mengaku tidak memiliki niat buruk, kasus itu tetap diproses dan diserahkan kepada pihak berwenang setempat karena dinilai berkaitan dengan pelanggaran privasi.


Pihak KJRI Jeddah mengingatkan seluruh jemaah haji Indonesia agar lebih berhati-hati dan memahami aturan yang berlaku selama berada di Arab Saudi. Pasalnya, negara tersebut memiliki aturan ketat terkait privasi, terutama menyangkut pengambilan foto atau video terhadap orang lain tanpa persetujuan.




Di Arab Saudi, merekam atau memotret seseorang tanpa izin, khususnya perempuan, dapat dianggap sebagai pelanggaran hukum dan berpotensi dikenai sanksi berdasarkan aturan Anti Cybercrime Law Saudi Arabia.

Adapun sanksi yang dapat dijatuhkan meliputi penjara hingga 1 tahun dan denda hingga 500 ribu riyal Saudi. 


KJRI Jeddah mengimbau para jemaah untuk selalu menjaga sikap, menghormati adat istiadat setempat, serta menggunakan kamera dan media sosial secara bijak selama menjalankan ibadah di Tanah Suci.




"Sebagai tamu di Tanah Suci, mari sama-sama menghormati aturan, adat istiadat, dan privasi orang lain selama berada di Arab Saudi," tulis imbauan tersebut.


Selain menjaga perilaku, jemaah juga diminta menjaga ucapan dan tindakan agar ibadah dapat berjalan dengan nyaman, aman, dan penuh keberkahan. (*)