Viral MBG Dibagikan Pakai Keranjang di Sampang, Kepala SPPG: Itu Inisiatif Warga
Syabilur Rosyad - Wednesday, 01 April 2026 | 10:15 AM


salsabilafm.com – Video pendistribusian Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Desa/Kecamatan Robatal, Kabupaten Sampang, Madura, mendadak viral dan menuai sorotan publik, Rabu (1/4/2026).
Program yang menyasar kelompok B3—balita, ibu hamil, dan ibu menyusui itu menjadi perbincangan lantaran cara penyajiannya dinilai tidak sesuai standar.
Dalam video yang beredar, paket makanan terlihat berisi nasi, ayam kentaki, potongan wortel dan kentang, tahu, serta buah salak. Namun, makanan tersebut tidak disajikan menggunakan wadah ompreng sebagaimana standar distribusi, melainkan ditempatkan di keranjang, talam, bahkan dibungkus plastik.
"MBG cap apa ini? Makanannya tidak pakai ompreng tapi pakai keranjang," ujar seorang warga dalam rekaman video dengan nada kecewa.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, distribusi dilakukan di rumah salah satu perangkat desa. Sebelum pembagian, warga diminta menyiapkan wadah sendiri. Makanan yang sebelumnya dikemas dalam ompreng disebut-sebut dipindahkan ke wadah lain sebelum diberikan kepada penerima manfaat.
Salah satu warga, Jufi, mengungkapkan, peristiwa itu terjadi pada Selasa (31/3/2026). Dia menilai cara penyajian tersebut jauh dari standar yang ditetapkan pemerintah.
"Minimal pakai wadah plastik mika biar lebih layak. Jangan asal-asalan seperti ini," kesalnya.
Jufi juga mendesak Satgas MBG Kabupaten Sampang untuk segera melakukan evaluasi terhadap pengelola dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) At-Taufiq Robatal.
Di sisi lain, pihak pengelola membantah adanya pelanggaran prosedur. Kepala SPPG At-Taufiq Robatal, Solihin, menegaskan, distribusi dari dapur telah dilakukan sesuai standar operasional prosedur (SOP) dengan menggunakan ompreng.
"Dari kami pengiriman tetap pakai ompreng sesuai SOP. Soal video itu, itu inisiatif warga sendiri yang memindahkan makanan ke keranjang," ujarnya.
Solihin menambahkan, sesuai ketentuan terbaru, makanan MBG baik untuk siswa maupun kelompok B3 harus berupa makanan siap santap dan didistribusikan menggunakan ompreng.
"Kami tidak menyediakan wadah lain selain ompreng. Semua distribusi dari dapur sampai ke kader tetap menggunakan ompreng," pungkasnya. (Syad)
Next News

Respons Isu Kenaikan BBM, Pemkab Sampang Godok Strategi Penghematan Energi
in 7 hours

Polisi Ringkus Pasutri Spesialis Curanmor di Sampang, Beraksi di 11 TKP
8 hours ago

Perahu Nelayan di Sumenep Tenggelam, Diduga Ditabrak Kapal Penumpang
8 hours ago

Viral, Emak-Emak Bonceng 3 Terlibat Kecelakaan di Bangkalan
8 hours ago

Buaya Muncul di Sungai Bangkalan, Petugas Pasang Perangkap
a day ago

Ibu dan Anak Dikabarkan Hilang, Sandal dan Tas Ditemukan di Tepi Sungai Tunjung
a day ago

Warung Makan dan Rumah Warga di Bangkalan Rusak Diterjang Angin Kencang
a day ago

Pertamina Patra Niaga Tepis Isu Kenaikan Harga BBM: Itu Tidak Bisa Dipertanggung Jawabkan
2 days ago

Dukung PP Tunas, Dinsos PPPA Sampang Akan Bentuk Satgas Perlindugan Anak di Ruang Digital
2 days ago

Diskominfo Sampang Siapkan Surat Edaran dan Sosialisasi Aturan Pembatasan Akses Digital Anak di Bawah 16 Tahun
2 days ago





