Mengenal Rachman Setiadi, Pengusaha Kafe yang Sukses Kelola Rumah Tahfidz dengan Ratusan Santri
Syabilur Rosyad - Friday, 03 April 2026 | 01:30 AM


salsabilafm.com – Perjalanan Rumah Tahfidz Ar Rahman menjadi bukti nyata bahwa lembaga pendidikan Alquran bisa tumbuh besar dari langkah kecil dan perjuangan panjang.
Didirikan sejak 2017 di Jalan Kramat Agung No. 1, rumah tahfidz ini awalnya hanya menampung sekitar 30 anak yang belajar menghafal Alquran di sebuah rumah kontrakan. Kini, jumlah santri telah mencapai 250 orang dan telah memiliki bangunan permanen sendiri.
Tak hanya itu, sejumlah alumni juga berhasil melanjutkan pendidikan ke pondok pesantren ternama seperti Pondok Modern Gontor, Pacet, hingga Al Amien.
Penasihat yayasan, Rachman Setiadi atau yang akrab disapa Tedy, menceritakan, perjalanan mendirikan rumah tahfidz berangkat dari niat sederhana untuk mendekatkan anak-anak dengan Alquran.
"Awalnya kami hanya memulai dari kontrakan kecil dengan sekitar 30 anak. Alhamdulillah, seiring waktu dan doa banyak pihak, hari ini kami sudah memiliki rumah tahfidz permanen," katanya, Kamis (2/3/2026).
Dibiayai dari Hasil Usaha Pribadi
Di balik perkembangan pesat tersebut, Tedy mengungkapkan, pembangunan Rumah Tahfidz Ar Rahman tidak lepas dari hasil usaha pribadinya yang dirintis dari nol.
Mulai dari bisnis kafe hingga usaha martabak. Sedikit demi sedikit keuntungan disisihkan untuk membangun dan mengembangkan rumah tahfidz.
"Semua ini dibangun dari hasil usaha yang kami mulai dari nol. Dari usaha kafe sampai martabak, sedikit demi sedikit kami sisihkan untuk rumah tahfidz," ungkapnya.
Milad Jadi Momentum Motivasi
Momentum milad ke-9 Rumah Tahfidz Ar Rahman menjadi ajang penting untuk menumbuhkan semangat para santri dalam menghafal Alquran. Tedy berharap, anak-anak tahfidz dapat termotivasi dan semangat dalam menghafal Alquran.
"Harapannya, ketika mereka ingin melanjutkan ke pondok tahfidz, mereka sudah memiliki bekal yang kuat," tuturnya.
Peringatan milad berlangsung meriah dengan berbagai kegiatan, mulai dari pembacaan ayat suci Alquran, tumpengan, hingga kuis sambung ayat yang disambut antusias para santri.
Target Menjadi Pondok Pesantren
Ke depan, dia menargetkan Rumah Tahfidz Ar Rahman naik level menjadi pondok pesantren yang mampu menampung lebih banyak santri dari berbagai daerah.
"Harapan kami tahun ini, semoga bisa naik level menjadi pondok pesantren. Kami mohon doa dari anak-anak serta masyarakat," ucapnya.
Dengan 250 santri aktif dan alumni yang telah menembus berbagai pondok ternama, Rumah Tahfidz Ar Rahman kini menjadi simbol bahwa pendidikan berbasis Alquran dapat tumbuh dari kesungguhan, kerja keras, dan dukungan masyarakat. (Syad)
Next News

Puluhan Siswa SD Ambruk di Bangkalan Numpang Belajar di Gedung Madrasah Diniyah
in 6 hours

Baru Menang Kejurnas, Kuda Pacu Asal Sulsel Hangus di Kapal Mutiara Sentosa 2
in 6 hours

62 Korban Kapal Terbakar Dibawa ke Surabaya, 28 Orang Belum Ditemukan
in 6 hours

Omzet Penjual Bendera di Sampang Turun, Warga Lebih Memilih Beli Online
21 hours ago

Target Selesai Juni, Proyek Gedung Poltera Senilai Rp59 Miliar Baru Capai 85 Persen
21 hours ago

Peserta Lomba Gerak Jalan di Sampang Dibatasi untuk Pelajar, Kategori Umum Ditiadakan
21 hours ago

Koalisi Jurnalis dan Masyarakat Sipil Surabaya Kecam Pelabelan 'Londo Ireng' oleh Presiden Prabowo Subianto
a day ago

SPPG dan KDKMP di Sampang Belum Urus PBG, Dinas PUPR: Kami Sudah Surati Mereka
a day ago

PAD PBG Sampang Capai 83 Persen, Dinas PUPR Optimis Tembus Rp1 Miliar
a day ago

BPBD Sampang Selidiki Suara Gemuruh Air Misterius di Area Persawahan Warga
a day ago





