Minggu, 5 April 2026
Salsabila FM
Lintas Berita

Kios Pasar Kwanyar Terbakar, Pemkab Bangkalan Evaluasi Ketersediaan Kontainer Sampah

Redaksi - Sunday, 05 April 2026 | 09:27 AM

Background
Kios Pasar Kwanyar Terbakar, Pemkab Bangkalan Evaluasi Ketersediaan Kontainer Sampah
Kebakaran di lingkungan Pasar Kwanyar. ( Istimewa/)

salsabilafm.com - Kebakaran menimpa kios pedagang di lingkungan Pasar Kwanyar, Kabupaten Bangkalan pada Sabtu (4/4/2026) malam, menjadi perhatian serius Pemkab setempat. Sebab, kobaran api berasal dari tumpukan sampah yang menggunung karena hampir selama dua tahun tidak ada pengangkutan.


Kasi Penyelamatan Damkar Satpol PP Bangkalan, Ortiz Iskandar mengungkapkan, dua unit armada damkar dikerahkan setelah menerima laporan kebakaran sampah pada pukul 20.25 WIB. Proses evakuasi dimulai pada pukul 20.45 WIB dan rampung pada pukul 22.10 WIB.


"Dugaan terjadi kelalaian pembakaran sampah, informasi yang berkembang di lokasi bahwa sampah sudah 2 tahun tidak diangkut," kata Ortiz, Minggu (5/4/2026). 




Ketika dua unit armada tiba di lokasi kejadian, lanjutnya, personelnya hanya melakukan proses pendinginan karena kondisi kobaran api telah dipadamkan warga dibantu personel koramil setempat. 


"Kebakaran sampah itu sebenarnya terjadi menjelang petang namun laporan yang masuk kepada kami di waktu malam. Tumpukan sampah itu berlokasi di dalam pasar, pada bagian belakang. Tidak ada korban jiwa namun hanya satu kios pedagang terbakar," jelasnya. 




Wakil Bupati Bangkalan, Moch Fauzan Ja'far menaruh perhatian serius atas insiden kebakaran sampah di Pasar Kwanyar. Terutama berkaitan pengelolaan sampah pasar yang memang dikelola pihak pasar melalui Dinas Koperasi, UMKM, dan Perdagangan Kabupaten Bangkalan. 


"Di balik musibah ada hikmahnya. Tentunya kejadian ini menjadi bahan perbaikan kami dalam pengelolaan sampah pasar ke depan, karena pasar mengelola sampahnya sendiri, di luar dinas lingkungan hidup," ungkap Fauzan. 


Fauzan menjelaskan, kajian terhadap permasalahan sampah bukan sebatas berkaitan sampah di pasar-pasar saja melainkan juga pengelolaan sampah secara menyeluruh. Mulai dari sirkulasi, transportasi pengangkutan, hingga proses penanganan sampah dari hulu hingga hilir.




Fauzan menegaskan, untuk persoalan sampah pasar di masa mendatang pengelolaan harus komprehesif. Mulai dari ketersediaan armada truk dan kontainer sampah harus ideal jumlahnya. 


"Sejauh ini, kami mengakui belum ideal, sehingga banyak sampah ketika dikirim sudah dalam kondisi bau karena menginap sehari atau dua hari," tegasnya.  




Seharusnya, lanjut Fauzan, sampah harus terangkut hari itu juga, tidak boleh sampai menginap. Sehingga ke depan dibutuhkan 2 buah kontainer pada setiap pasar. Rinciannya, satu kontainer penuh sampah diangkut dan satu kontainer stay. 


"Selama ini ketika diangkut, tidak ada kontainer yang tinggal. Memang secara anggaran kebutuhannya sangat besar, ini menjadi pembelajaran bagi kami, harus diselesaikan secara bertahap," ujar Fauzan.

 

Ketersediaan kontainer sampah di pasar-pasar merupakan upaya Pemkab Bangkalan dalam mengelola sampah di luar dinas lingkungan hidup. Namun dari total 29 pasar se Kabupaten Bangkalan, sejauh ini hanya tersedia 11 kontainer sampah khusus pasar.



 

"Karena itu kami memang dorong bagaimana di masing-masing pasar minimal ada TPS 3R. Kami akui pengelolaan sampah pasar selama in belum komprehensif," terang Fauzan. 


Dia menambahkan, pengelolaan sampah pasar dan sampah rumah tangga akan menjadi bahan evaluasi bersama beberapa instansi terkait. Dengan harapan pengelolaan sampah harus selesai sejak dari sektor hulu sehingga sampah yang dibuang ke TPA merupakan residu sampah. 




Di sektor hulu, lanjut Fauzan, tercipta kesadaran masyarakat yang sejauh ini dinilainya masih kurang berkaitan terlebih dahulu memilah sampah sejak dari rumah. 


"Selanjutnya terwujud kesadaran masyarakat untuk tidak membuang sampah sembarangan. Khusus di pasar ketika ada kontiner sampah, masyarakat harus sadar bahawa itu bukan tempat sampah rumah tangga, tetapi kontainer khusus sampah pasar, memang harus ada edukasi," pungkas Fauzan. (*)