Purbaya Pastikan Kenaikan Pertamax Tidak Akan Ganggu Stabilitas Harga Barang
Redaksi - Thursday, 11 June 2026 | 12:54 PM


salsabilafm.com - Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, memastikan pemerintah akan berupaya menjaga agar dampak kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi, khususnya Pertamax, tidak menimbulkan efek domino yang signifikan terhadap perekonomian nasional.
Menurut Purbaya, pemerintah juga akan menjaga laju inflasi agar tetap terkendali serta memastikan harga barang dan jasa di masyarakat tidak mengalami lonjakan akibat penyesuaian harga BBM tersebut.
"Optimisme ini didasarkan pada karakteristik pengguna Pertamax yang mayoritas merupakan kendaraan pribadi kelas menengah ke atas, bukan kendaraan logistik atau transportasi publik yang menjadi urat nadi distribusi barang pokok. Dengan demikian, struktur biaya produksi dan logistik nasional diproyeksikan tidak akan terganggu," ujar Purbaya di Jakarta, Kamis (11/6/2026).
Dia menegaskan bahwa inflasi sepanjang tahun 2026 diperkirakan tetap berada dalam koridor asumsi yang telah ditetapkan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026.
"Harusnya dampak inflasi terbatas, karena bukan digunakan untuk angkutan umum maupun angkutan barang yang menjadi tulang punggung distribusi," katanya.
Terkait kekhawatiran adanya peralihan pengguna Pertamax ke BBM bersubsidi jenis Pertalite yang berpotensi meningkatkan beban subsidi negara, pemerintah bersama para pemangku kepentingan telah menyiapkan langkah mitigasi.
Pemerintah memastikan pengawasan distribusi BBM bersubsidi akan diperketat agar penyalurannya tepat sasaran dan kuota subsidi yang telah dialokasikan dalam APBN tetap terjaga hingga akhir tahun.
Sementara itu, Airlangga Hartarto menyampaikan, pemerintah tengah menyiapkan sejumlah stimulus ekonomi sebagai respons atas kenaikan harga Pertamax dan Pertamax Green.
Namun, Airlangga belum bersedia mengungkap bentuk stimulus yang akan diberikan karena masih menunggu keputusan final dari pemerintah.
"Lagi disiapin. Ya, kalau sudah diputus baru dikasih tahu. Laporin presiden juga," ujarnya.
Menanggapi kenaikan harga BBM dan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI-Rate), Airlangga menilai kebijakan tersebut merupakan bagian dari upaya menjaga stabilitas nilai tukar rupiah.
"Soal dampak inflasi ke depan, kita lihat dari sektor transportasi dan harga-harga. Kita monitor dulu perkembangannya," pungkas Airlangga. (*)
Next News

Realisasi Transfer ke Daerah Capai Rp504,3 Triliun hingga Agustus 2026
17 hours ago

Kualitas Udara Palangka Raya Masuk Kategori Berbahaya akibat Karhutla
17 hours ago

Gudang Barang Rongsokan dan Rumah Warga di Sampang Terbakar, Kerugian Rp100 Juta
17 hours ago

Sedan Seruduk Toko dan Gudang di Pamekasan, Tidak Ada Korban Jiwa
17 hours ago

Ratusan KK di Bangkalan Belum Nikmati Listrik, Wabup Usulkan Aktivasi PLTG
17 hours ago

BBPOM Surabaya Sita Ribuan Obat Bahan Alam Ilegal di Bangkalan
17 hours ago

Pria di Pamekasan Diamankan Polisi, Tidak Bayar saat Belanja di Toko Kelontong
2 days ago

Polisi Tangkap 3 Pengedar Sabu di Sumenep, Barang Bukti 0,62 Gram
2 days ago

Sumur Bor Keluar Gas, ESDA Sumenep ke Lokasi Ambil Sampel Air
2 days ago

8.187 KPM di Bangkalan Terindikasi Judi Online, 445 Ajukan Sanggah untuk Reaktivasi
2 days ago





