Kamis, 11 Juni 2026
Salsabila FM
Lintas Berita

Sejumlah Tokoh Bantah Terlibat Kasus Korupsi MBG

Redaksi - Thursday, 11 June 2026 | 12:50 PM

Background
Sejumlah Tokoh Bantah Terlibat Kasus Korupsi MBG
Eks Wakil Kepala BGN Sony Sonjaya memakai rompi merah ( Istimewa/)

salsabilafm.com – Sejumlah pihak membantah tudingan keterlibatan mereka dalam kasus dugaan korupsi tata kelola Program Makan Bergizi Gratis (MBG) setelah mantan Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sony Sonjaya, mengaku siap mengungkap nama-nama yang diduga terlibat dalam perkara tersebut.


Sony yang kini berstatus tersangka telah mengajukan diri sebagai Justice Collaborator (JC). Melalui kuasa hukumnya, Krisna Murti, Sony mengklaim telah menyerahkan 26 nama kepada penyidik Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) dan nama-nama tersebut telah tercantum dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP).


"Pokoknya dari eksekutif, legislatif, dan yudikatif. Paling banyak dari legislatif. Jumlahnya 26 nama dan kemungkinan masih bertambah," ujar Krisna, Kamis (11/6/2026).




Meski demikian, Krisna tidak mengungkap identitas pihak-pihak yang dimaksud. Pernyataan tersebut kemudian memicu berbagai klarifikasi dan bantahan dari sejumlah tokoh yang namanya sempat beredar di publik maupun media sosial.


Partai Demokrat melalui Kepala Badan Komunikasi Strategis, Herzaky Mahendra Putra, menegaskan Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) tidak mengenal Sony Sonjaya serta tidak pernah berhubungan terkait proyek MBG maupun Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).




Sementara itu, Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Yahya Zaini membantah keterlibatan pihaknya dalam kasus tersebut. Dia menyebut informasi yang beredar di media sosial sebagai hoaks dan menegaskan tidak ada anggota Komisi IX yang terlibat.


Bantahan serupa juga disampaikan Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Fitroh Rohcahyanto. Dia menegaskan tidak mengenal Sony Sonjaya dan tidak pernah terlibat dalam pengelolaan maupun pengadaan dapur MBG.


Di sisi lain, Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya mengakui pernah berkoordinasi dengan BGN dalam kapasitas tugas kedinasan. Namun, dia menegaskan komunikasi tersebut semata-mata berkaitan dengan pelaksanaan program MBG di daerah dan tidak memiliki kepentingan pribadi.




Kepala Kantor Staf Kepresidenan (KSP) Dudung Abdurachman juga membantah kabar yang menyebut dirinya memiliki dapur MBG melalui mantan Kepala BGN Dadan Hindayana. Dudung menjelaskan dirinya hanya membantu mempertemukan pihak pesantren dengan BGN agar dapat mengikuti program MBG sesuai prosedur yang berlaku.


"Ada berita Pak Dudung katanya punya titik dapur melalui Pak Dadan. Saya informasikan, jadi beberapa bulan yang lalu mungkin enam bulan yang lalu saya kan dekat dengan pesantren," kata Dudung dalam konferensi pers di KSP, Jakarta Pusat, Rabu (10/6/2026). (*)