Sekolah Rakyat Sampang Usung Konsep Pesantren, Dikawal Kiai Madura Raya
Ach. Mukrim - Monday, 01 June 2026 | 02:38 AM


salsabilafm.com - Sekolah Rakyat (SR) di Kabupaten Sampang akan menerapkan konsep pendidikan berbasis pesantren dalam kegiatan belajar. Lembaga pendidikan umum ini diproyeksikan memadukan kurikulum formal dengan penguatan nilai keagamaan untuk membentuk siswa yang cerdas dan berakhlak.
Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Sampang, KH M. Itqon Bushiri, mengatakan, Sekolah Rakyat tidak hanya berfokus pada capaian akademik, tetapi juga pada pembentukan akhlak dan karakter siswa melalui pendekatan khas pesantren yang sudah lama mengakar di masyarakat Madura.
Menurutnya, siswa akan mendapatkan pembelajaran umum sebagaimana sekolah pada umumnya, namun juga dibekali dengan pendidikan agama yang lebih intensif, termasuk pembelajaran Al-Qur'an, penguatan pemahaman kitab kuning, serta pembiasaan amaliah keagamaan seperti diba'an dan tahlilan.
"Keunggulan utama Sekolah Rakyat ini adalah integrasi pendidikan Islam yang kuat dalam aktivitas belajar mengajar sehari-hari. Selain pelajaran umum, siswa juga mendapatkan pembinaan keagamaan yang lebih mendalam," katanya, Senin (1/6/2026).
Dia menjelaskan, keberadaan Sekolah Rakyat Sampang tidak berdiri sendiri. Lembaga ini berada dalam pendampingan dan pengawasan langsung para kiai dan ulama di wilayah Madura.
"Keterlibatan tokoh agama sangat penting untuk memastikan arah pendidikan tetap sesuai dengan nilai-nilai keislaman yang moderat dan berakar pada tradisi pesantren," jelasnya.
Kiai Itqon menegaskan, pengawalan dari para ulama menjadi bentuk komitmen moral untuk menjaga kualitas pendidikan, sekaligus memastikan sekolah tersebut tetap berada pada jalur yang diharapkan masyarakat.
"Kiai dan ulama mengawal dan menjaga Sekolah Rakyat untuk generasi bangsa. Harapannya masyarakat bisa dengan ikhlas mempercayakan pendidikan anak-anaknya di sini," ujarnya.
Perlu diketahui, dukungan terhadap Sekolah Rakyat Sampang tidak hanya datang dari PCNU setempat. Sejumlah pimpinan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama di wilayah Madura Raya juga menyatakan sikap serupa.
Di antaranya Ketua PCNU Pamekasan KH Muchlis Nasir serta Ketua PCNU Sumenep KH Widadi yang memberikan dukungan terhadap pengembangan dan transformasi Sekolah Rakyat sebagai lembaga pendidikan berbasis nilai keagamaan. (Mukrim)
Next News

Realisasi Transfer ke Daerah Capai Rp504,3 Triliun hingga Agustus 2026
7 hours ago

Kualitas Udara Palangka Raya Masuk Kategori Berbahaya akibat Karhutla
7 hours ago

Gudang Barang Rongsokan dan Rumah Warga di Sampang Terbakar, Kerugian Rp100 Juta
7 hours ago

Sedan Seruduk Toko dan Gudang di Pamekasan, Tidak Ada Korban Jiwa
7 hours ago

Ratusan KK di Bangkalan Belum Nikmati Listrik, Wabup Usulkan Aktivasi PLTG
7 hours ago

BBPOM Surabaya Sita Ribuan Obat Bahan Alam Ilegal di Bangkalan
7 hours ago

Pria di Pamekasan Diamankan Polisi, Tidak Bayar saat Belanja di Toko Kelontong
a day ago

Polisi Tangkap 3 Pengedar Sabu di Sumenep, Barang Bukti 0,62 Gram
a day ago

Sumur Bor Keluar Gas, ESDA Sumenep ke Lokasi Ambil Sampel Air
a day ago

8.187 KPM di Bangkalan Terindikasi Judi Online, 445 Ajukan Sanggah untuk Reaktivasi
a day ago





