Sampang Jadi Lokasi Percontohan ILP, Kader Posyandu Siap Dampingi Masyarakat
Ach. Mukrim - Monday, 06 April 2026 | 07:40 AM


salsabilafm.com - Kabupaten Sampang ditetapkan sebagai satu-satunya daerah di Jawa Timur yang menjadi lokasi percontohan Program Integrasi Layanan Primer (ILP) dari Kementerian Kesehatan. Program ini bertujuan memperkuat pelayanan kesehatan masyarakat dari tingkat Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) hingga desa.
Sebagai tindak lanjut program tersebut, Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana (Dinkes KB) Kabupaten Sampang menggelar Orientasi Peningkatan Kapasitas Kader dan Pengelola Posyandu Angkatan I Tahun 2026 di Hotel Bahagia Sampang, Senin (6/4/2026).
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinkes KB Kabupaten Sampang, dr. Dwi Herlinda Lusi Harini, menegaskan, pelatihan kader menjadi langkah penting dalam memperkuat pelayanan kesehatan masyarakat dari tingkat desa.
"Pelatihan orientasi kader posyandu ini penting untuk memperkuat peran kader sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan masyarakat. Harapannya, kader posyandu di Kabupaten Sampang semakin aktif, terampil, dan mampu mendampingi masyarakat mulai dari ibu hamil, balita, remaja, hingga lansia," katanya.
Sementara itu, Kepala Bidang (Kabid) Kesehatan Masyarakat Dinkes KB Kabupaten Sampang, Agus Mulyadi, mengatakan, kegiatan berlangsung selama empat hari, mulai 6 hingga 10 April 2026. Kegiatan itu diikuti kader dan pengelola posyandu dari wilayah kerja Puskesmas Camplong, yang menjadi proyek percontohan penerapan ILP di Kabupaten Sampang.
Menurut Agus, ILP tidak hanya berfokus pada pelayanan di tingkat puskesmas, tetapi juga diperluas hingga desa melalui Posyandu Keluarga yang melayani seluruh siklus hidup masyarakat.
"Semua warga harus datang ke posyandu agar mendapatkan pelayanan yang baik sesuai standar. Karena itu kader harus dilatih dan memahami 25 kompetensi," ujarnya.
Dia mengungkapkan, pelatihan tersebut mencakup kebijakan ILP, pelaksanaan layanan posyandu, penguatan 25 kompetensi kader, sasaran pelayanan, hingga capacity building. Narasumber yang dihadirkan tidak hanya dari Kabupaten Sampang, tetapi juga dari tingkat provinsi dan inspektorat.
Agus menjelaskan, program tersebut menjadi model awal yang akan dievaluasi setelah berjalan selama tiga bulan.
"Ini pilot project. Setelah evaluasi, nantinya akan direplikasi ke puskesmas lain sesuai petunjuk teknis dari Kementerian Kesehatan," pungaksanya. (Mukrim)
Next News

42 Pelajar Terpilih Jadi Paskibraka Sampang 2026, 2 Anggota Wakili Jawa Timur
7 hours ago

Satpol PP Sampang Tertibkan Reklame Tak Berizin, Dorong Peningkatan PAD
7 hours ago

Bantah Pembangunan KDKMP Tak Libatkan Warga Lokal, Dandim 0828: Pekerjanya Tukang Sampang
7 hours ago

Rumput Lapangan SKEP Bangkalan Terbakar, Ini Penyebabnya
7 hours ago

Diduga Akibat Tersinggung, Pemilik Bengkel di Bangkalan Ditusuk Pemulung
8 hours ago

Ayah Tewas Dimassa, Anak Terduga Pencuri Ayam di Bali Nangis Histeris
an hour ago

Ketua PCNU Sampang Tekankan Fatayat NU Perkuat Kaderisasi dan Jaga Nilai Aswaja
an hour ago

20 Finalis Duta Genre Sampang 2026 Ikuti Karantina
a day ago

PC Fatayat NU Sampang 2025-2030 Resmi Dilantik, Komitmen Berkhidmat dan Berdampak Nyata
a day ago

KPAI: Budaya Tutup Mulut Jadi Penghambat Pengungkapan Kasus Kekerasan Seksual di Sampang
a day ago





