Rais Aam Tegaskan Gus Yahya Bukan Lagi Ketum PBNU, Siap Muktamar dan Bentuk TPF
Redaksi - Sunday, 30 November 2025 | 12:42 AM


salsabilafm.com – Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Miftachul Akhyar menegaskan, KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) tidak lagi menjabat sebagai Ketua Umum PBNU terhitung sejak 26 November 2025 pukul 00.45 WIB. Dengan demikian, seluruh kewenangan ketua umum kini berada sepenuhnya di tangan Rais Aam.
"Bahwa terhitung mulai tanggal 26 November 2025 Pukul 00.45 WIB KH Yahya Cholil Staquf tidak lagi berstatus sebagai Ketua Umum PBNU, sehingga tidak berhak menggunakan atribut dan tidak memiliki kewenangan sebagai Ketua Umum PBNU," ujar Kiai Miftach dalam keterangan pers, Sabtu (29/11/2025).
Penegasan ini disampaikan Rais Aam usai rangkaian silaturahim dan sosialisasi hasil Keputusan Rapat Harian Syuriyah PBNU yang digelar pada 20 November 2025.
Sebanyak 36 PWNU yang hadir disebut telah memahami latar belakang keputusan tersebut dan memberikan dukungan penuh kepada Rais Aam untuk menindaklanjutinya.
Menurut Kiai Miftach, keputusan pemberhentian Ketua Umum PBNU telah sesuai dengan fakta dan kondisi yang sebenarnya, tanpa motif atau latar belakang lain di luar apa yang tertulis pada Risalah Rapat Syuriyah.
Rais Aam juga memastikan roda organisasi tetap berjalan normal dengan rencana menggelar Rapat Pleno atau Muktamar dalam waktu dekat.
"Bahwa untuk memastikan berjalannya roda organisasi secara normal, maka akan dilaksanakan Rapat Pleno atau Muktamar dalan waktu segera," ucap Kiai Miftach.
Menyoroti tingginya dinamika di publik, termasuk informasi yang beredar di media massa dan media sosial, Rais Aam akan membentuk Tim Pencari Fakta (TPF). Tim ini bertugas melakukan investigasi menyeluruh terkait berbagai informasi yang berkembang. Wakil Rais Aam PBNU, KH Anwar Iskandar dan KH Afifuddin Muhajir, akan menjadi pengarah TPF tersebut.
"Kami akan menugaskan Tim Pencari Fakta untuk melakukan investigasi secara utuh dan mendalam terhadap berbagai informasi yang berkembang di tengah-tengah masyarakat," kata dia.
Untuk mendukung jalannya proses investigasi, Rais Aam juga memutuskan menangguhkan sementara implementasi Digdaya Persuratan tingkat PBNU. Sementara, implementasi Digdaya Persuratan di tingkat PWNU dan PCNU tetap berjalan sebagaimana biasa.
Kiai Miftach juga mengingatkan seluruh pihak agar menjunjung tinggi nilai-nilai khittah NU, mendahulukan kepentingan bersama di atas kepentingan pribadi, serta menjaga kejujuran dalam bersikap dan bertindak.
sekaligus mengajak warga NU memperbanyak munajat agar organisasi segera mendapatkan jalan keluar terbaik dan bermaslahat.
"Sebagai bagian dari ikhtiar batiniah, kami mengajak semua warga Nahdlatul Ulama untuk bermunajat kepada Allah SWT dengan harapan agar segera diberikan jalan keluar yang terbaik dan paling maslahat bagi Jamiyah Nahdlatul Ulama," jelas Kiai Miftach. (*)
Next News

Sempat Tertunda, 2 JCH Sampang Akhirnya Berangkat ke Tanah Suci
13 hours ago

Ribuan Nelayan di Sampang Belum Terdaftar Program Jamsostek
13 hours ago

Seorang Perempuan Melahirkan di Bus saat Perjalanan dari Solo ke Pamekasan
16 hours ago

Pejalan Kaki Meninggal Dunia, Diduga Ditabrak Motor di Jembatan Suramadu
16 hours ago

2 Rumah Warga Torjun Sampang Terbakar, Kerugian Ditaksir Rp150 Juta
16 hours ago

Tambang Galian C di Pamekasan Longsor, Dump Truck Tertimbun Material Tanah
16 hours ago

Jelang Iduladha, Harga Kambing Kurban di Sumenep Naik
17 hours ago

Hasani Utsman: Kebijakan Pasien PAPS Tak Dijamin BPJS Merugikan Secara Finansial, Sosial dan Kultural
a day ago

Soroti Dasar Hukum PAPS, MUI Sampang: Jangan Sampai Kebijakan Ini Menyusahkan Rakyat Miskin
a day ago

BPJS Sampang Tegaskan Pasien Kondisi Kritis Tetap Bisa Dijamin Meski PAPS
a day ago



