Minggu, 25 Januari 2026
Salsabila FM
Life Style

Radio: Jembatan Antargenerasi

Redaksi - Saturday, 24 January 2026 | 12:40 PM

Background
Radio: Jembatan Antargenerasi
Radio: Jembatan Antargenerasi ( Istimewa/)

Radio: Dari Gelombang Klasik Hingga Streaming di Era Digital

Siapa yang nggak pernah nambah suara di telinga sambil nyanyikan lagu hit yang lagi naik daun di radio? Radio, walaupun sudah masuk ke zaman streaming, masih punya peran penting sebagai medium komunikasi yang tetap relevan. Mulai dari sejarah panjangnya yang melewati era gelombang, sampai perkembangan teknologi yang bikin radio jadi lebih interaktif, perjalanan radio sungguh menarik untuk ditelusuri.

Setelah dialek "suaranya yang merdu" menjadi pelengkap pagi hari, radio mengalami fase yang paling menonjol pada era 60-an dan 70-an. Gagasan pertama muncul di dunia Amerika, tapi di Indonesia, radio mulai berputar pada tahun 1924 ketika Radio Republik Indonesia (RRI) resmi diluncurkan. RRI menorehkan sejarah dengan menyebarkan informasi, musik, dan budaya yang menggugah hati pendengarnya. Pada masa itu, semua orang mengumpulkan dinding peralatan analog, menyesuaikan frekuensi, dan menanti kabar kabar penting melalui gelombang udara.

Dengan munculnya FM radio, kualitas suara menjadi lebih jernih. Gak hanya tentang siaran berita, tapi juga musik pop, jazz, dan bahkan musik dangdut lokal yang di-streaming langsung ke stasiun-stasiun regional. Radio menjadi wadah bagi musisi baru untuk memamerkan karya mereka, memulai karir di industri musik. Gak heran kalau masih banyak orang yang memilih radio untuk menemukan lagu baru. “Jadi, siapa yang bilang streaming lebih baik?” tanya salah satu penyiar muda di sebuah stasiun FM di Jakarta.

Radio Modern: Dari Jurnalisme Tradisional ke Podcast

Seiring berkembangnya teknologi, radio tak lagi terbatas pada siaran langsung. Sekarang, ada podcast yang memuat topik-topik seputar sejarah, self-help, hingga hiburan. Podcast ini bisa didengarkan kapan saja, di mana saja. Dan kalau mau lebih santai, ada podcast “buka buku” yang mengajak pendengar berdiskusi tentang novel terbaru. Ini bikin radio tidak hanya jadi medium, tapi juga platform edukasi dan hiburan sekaligus.

Contohnya, “Podcast RRI” sudah memproduksi konten-konten berbasis audio yang bisa diputar di berbagai aplikasi. Ada juga “Kisah Anak” yang diceritakan dengan gaya naratif yang membuat pendengar ikut merasakan setiap emosi. Ini menunjukkan betapa radio masih relevan, karena selain suara, ia juga membawa cerita.

Radio di Indonesia: Dari Lokal ke Global

Di Indonesia, radio terus berkembang dengan berbagai stasiun regional yang mengusung tema tertentu. Misalnya, Ruang RRI 3 yang fokus pada edukasi dan kebudayaan, atau RRI 2 yang lebih ringan, cocok diputar di pagi hari. Selain itu, stasiun seperti “Hot FM” atau “Sinar Mas Radio” yang menampilkan musik modern, serta “Radio Rindu” yang mengangkat musik daerah.

  • Hot FM: Stasiun yang menempati segmen musik pop dan hip-hop. Di sini, para penyiar sering mengadakan acara “Jam Talk” yang menarik penggemar musik.
  • Radio Rindu: Fokus pada musik tradisional dan daerah. Penyiarnya sering mengajak pendengar menari bersama sambil mendengarkan lagu-lagu nusantara.
  • RRI 1 & 2: Menyajikan berita dan hiburan. RRI 1 lebih serius, sedangkan RRI 2 lebih santai.

Hal menariknya, radio di Indonesia juga mulai memanfaatkan platform digital. Ada stasiun yang menyiarkan siaran langsung lewat YouTube, sehingga pendengar bisa menonton sekaligus mendengarkan. Serta, beberapa stasiun mengadopsi teknologi smart speaker, sehingga pendengar bisa memutar stasiun favorit hanya dengan memberi perintah suara.

Kesimpulan: Radio Itu Masih Ada, Dan Masih Bikin Kita Tertawa

Walaupun media digital menanjak, radio tetap jadi sahabat bagi jutaan pendengar. Ia tidak hanya menyalurkan musik atau berita, tapi juga menciptakan komunitas dan ruang bagi pendengar untuk berbagi cerita. Dengan menggabungkan tradisi dan inovasi, radio berhasil menyesuaikan diri dengan era modern. Jadi, jangan cepat-cepat menutup radio, karena di balik gelombang udara, masih banyak kisah yang belum terungkap. Selamat berpetualang di dunia suara, teman-teman!