Program PMT Turunkan Prevalensi Stunting di Pamekasan
Redaksi - Saturday, 25 April 2026 | 07:23 AM


salsabilafm.com - Prevalensi kasus stunting di Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur turun 2,03 persen berkat program Pemberian Makanan Tambahan (PMT) dan deteksi dini melalui pos pelayanan terpadu (posyandu).
Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat (Kabid Kesmas) Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Pamekasan Achmad Syamlan menjelaskan, penurunan kasus stunting itu, sesuai dengan laporan Elektronik Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat (E-PPGBM) pada triwulan pertama 2026.
"Penurunan ini terjadi ketika dibandingkan dengan data terlapor pada waktu yang sama, yakni triwulan pertama tahun sebelumnya, yakni 2025," katanya, Jumat (24/4/2026).
Dia menjelaskan, pada triwulan pertama 2025, prevalensi kasus stunting di Pamekasan berada di angka 3,11 persen.
Menurut Syamlan, selain karena program PMT, penurunan prevalensi kasus stunting di Pamekasan ini terjadi, juga karena beberapa hal. Di antaranya, karena program deteksi dini melalui kegiatan posyandu, dan penyuluhan pola hidup sehat kepada ibu hamil dan menyusui. Selain itu, sambung dia, kasus stunting di Pamekasan itu terjadi, karena banyak faktor.
"Jadi, faktor penyebabnya beragam. Di antaranya, karena penyakit kronis yang menghambat penyerapan gizi, malnutrisi akibat kurangnya asupan makanan bergizi, hingga faktor pola asuh," paparnya.
Sebab, kata dia, banyak masyarakat yang menitipkan pengasuhan anak kepada neneknya. Selain itu, faktor ekonomi dan sanitasi juga berpengaruh.
"Sebagian besar kasus ditemukan di daerah pedesaan di luar wilayah perkotaan, di mana keterjangkauan harga pangan bergizi menjadi tantangan," katanya.
Menurut Kabid Kesmas Dinkes Pamekasan Achmad Syamlan, melalui program Pemberian Makanan Tambahan itu, kini kasus kekurangan gizi di sejumlah kecamatan yang sebelumnya masuk kategori 'minus' pada triwulan pertama 2026 ini semakin membaik.
"Kami yakin dengan adanya program MBG bagi ibu hamil dan menyusui, prevalensi kasus stunting bisa ditekan lagi, dan akan semakin baik pada akhirnya," pungkasnya. (*)
Next News

MUI Sampang Bimbing Dominikus Klau Masuk Islam
16 hours ago

Gunung Semeru Erupsi Tiga Kali Senin Pagi, Kolom Abu Capai 1.000 Meter
16 hours ago

Pencarian Lima Jurnalis Hilang di Gunung Anak Krakatau Memasuki Hari Ketujuh
16 hours ago

Puluhan Petugas Karhutla Bromo Alami Gangguan Kesehatan akibat Asap
16 hours ago

Suahasil Nazara Jabat Menteri Keuangan, Gantikan Purbaya
16 hours ago

Polisi Masuk Sekolah, Sasar 28 Lembaga Pendidikan di Sampang
17 hours ago

Parkir Alun-Alun Trunojoyo Dikelola Pihak Ketiga, Bagi Hasil 50 Persen
17 hours ago

Wartawan Sampang Gelar Doa Bersama untuk 5 Jurnalis Hilang Kontak di Selat Sunda
17 hours ago

Satgas MBG Bangkalan: 107 SPPG Belum Miliki Sertifikat HACCP
19 hours ago

Enam Korban Meninggal dalam Kecelakaan Virgo Transport 8
2 days ago





