Selasa, 11 Agustus 2026
Salsabila FM
Lintas Berita

Peserta 'Menyerupai Wanita' Warnai Gerak Jalan HUT RI di Bangkalan, Warga: Jangan Dinormalisasi!

Redaksi - Tuesday, 11 August 2026 | 11:59 AM

Background
Peserta 'Menyerupai Wanita' Warnai Gerak Jalan HUT RI di Bangkalan, Warga: Jangan Dinormalisasi!
Peserta gerak jalan melakukan tindakan tak etis dengan mengangkat ( Istimewa/)

salsabilafm.com  — Gerak jalan menyambut HUT ke-81 Republik Indonesia di Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur, diwarnai aksi sejumlah pria yang mengenakan pakaian menyerupai busana perempuan pada Minggu (10/8/2026). 


Kelompok tersebut disebut panitia sebagai peserta yang tidak terdaftar dalam perlombaan. Dalam rekaman video yang beredar, sekelompok pria terlihat mengenakan atasan dan rok berwarna putih serta mengikuti rute gerak jalan. Mereka juga mengenakan topi dan rambut panjang.


Sejumlah pria dalam kelompok tersebut mengenakan pakaian dalam perempuan di balik busana yang dikenakan. Mereka kemudian melakukan sejumlah gerakan tari di tengah rute gerak jalan.




Dalam salah satu bagian penampilan, beberapa anggota kelompok tersebut mengangkat rok hingga memperlihatkan pakaian dalam. Aksi itu dilakukan di hadapan warga yang menyaksikan kegiatan tersebut.


Salah satu penonton, Musdalifah, menilai penampilan tersebut tidak pantas ditampilkan dalam kegiatan yang juga disaksikan anak-anak. 




"Hal-hal seperti itu jangan dinormalisasi. Kami ingin menonton cari hiburan, malah anak kami harus melihat hal seperti itu, tidak etis," ucapnya, Senin (10/8/2026), dilansir dari Kompas.


Ketua panitia sekaligus Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Bangkalan, Moawi Arif, mengatakan, panitia telah menetapkan aturan penampilan bagi peserta sebelum gerak jalan berlangsung. 


"Dalam TM sudah kami sampaikan aturan dan tata cara. Semua penampilan juga harus sesuai dengan norma yang berlaku," ucapnya




Menurut Moawi, kelompok dengan nomor peserta 380 tersebut tidak terdaftar sebagai peserta dan tidak mengikuti technical meeting (TM) yang digelar panitia. "Kami pastikan itu tanpa melalui pendaftaran dan itu peserta gelap yang masuk ke barisan dan melalui rute yang sama," jelasnya.


Kelompok tersebut, kata dia, diduga masuk ke rute gerak jalan dari tengah perjalanan, bukan melalui garis start. Kondisi itu membuat keberadaan mereka tidak terpantau panitia sejak awal. 




"Itu masuk di tengah jalan, kalau kami tahu dari start, sudah tidak kami bolehkan ikut," ucapnya. 


Moawi menyampaikan permintaan maaf kepada masyarakat atas kejadian tersebut. Dia mengatakan, insiden itu akan menjadi bahan evaluasi agar pengawasan pada pelaksanaan gerak jalan berikutnya diperketat.


"Kami minta maaf pada seluruh masyarakat, ini akan menjadi evaluasi bagi kami agar lebih berhati-hati lagi kedepannya," ujarnya. 




Gerak jalan tersebut diikuti 108 kelompok peserta. Pesertanya tidak hanya berasal dari kalangan siswa SMA, tetapi juga masyarakat umum. (*)