Nasib Kontrak 3.230 PPPK Paruh Waktu Sampang Ditentukan Kebutuhan OPD
Ach. Mukrim - Tuesday, 11 August 2026 | 05:38 AM


salsabilafm.com - Pemerintah Kabupaten Sampang, Jawa Timur, memastikan kontrak Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) paruh waktu bakal diperpanjang tahun ini. Namun, perpanjangan kontrak tidak otomatis berlaku bagi seluruh pegawai.
Kepala Bidang (Kabid) Informasi dan Pembinaan Aparatur, Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Sampang Hendro Sugiharto mengatakan, perpanjangan kontrak akan disesuaikan dengan kebutuhan pegawai di masing-masing organisasi perangkat daerah (OPD) serta kemampuan anggaran pemerintah daerah.
"Perpanjangan PPPK itu setiap bulan. Tahun ini paruh waktu diperpanjang," katanya, Selasa (11/8/2026).
Dia menjelaskan, proses perpanjangan kontrak telah masuk dalam kalender anggaran triwulan IV. Pelaksanaannya diproyeksikan berlangsung pada Oktober hingga November 2026.
Untuk perpanjangan pertama, pemerintah akan mempertimbangkan aspek administratif pegawai. Selain itu, BKPSDM Sampang masih menghitung kebutuhan tenaga di masing-masing OPD.
"Kami telah ada komunikasi awal dengan OPD. Jika dirasa secara perhitungan tidak sesuai, bisa diajukan untuk tidak diperpanjang," ujarnya.
Hendro menyebut, kondisi belanja pegawai menjadi salah satu pertimbangan dalam kebijakan tersebut. Saat ini, belanja pegawai Pemkab Sampang mencapai sekitar 34 persen dari total belanja daerah. Padahal, pemerintah daerah ditargetkan menurunkan persentase belanja pegawai menjadi 30 persen pada 2027.
Karena itu, jumlah PPPK paruh waktu yang kontraknya diperpanjang masih menunggu hasil penghitungan kebutuhan dari masing-masing OPD.
"Ya, tapi kembali kepada masing-masing OPD," sebutnya.
Dia mengungkapkan, sebanyak 3.230 PPPK paruh waktu tercatat telah dilantik Pemkab Sampang pada tahun lalu. Jumlah tersebut masih berpotensi berkurang setelah OPD mengusulkan kebutuhan pegawai untuk perpanjangan kontrak.
Sementara terkait peluang pengangkatan PPPK paruh waktu menjadi pegawai penuh waktu, Hendro mengatakan hingga kini belum ada kepastian.
"Termasuk pengangkatan ke penuh waktu, kami juga belum dapat kepastian," pungkasnya. (Mukrim)
Next News

Terseret Kasus Dugaan Perselingkuhan, Kapus Robatal Sampang Terancam Dipecat
17 hours ago

Fasilitas Pantai Camplong Tak Terawat, Disporabudpar Soroti Tanggung Jawab Pengelola
17 hours ago

SDN di Bangkalan Bakal Dibongkar untuk Sekolah Rakyat, Siswa Belajar di Teras Rumah
17 hours ago

Pantai Slopeng Sumenep Dipilih Jadi Lokasi Puncak Hari Jadi Jatim ke-81
17 hours ago

Kadindik Jatim Nilai Wacana Tidak Otomatis Naik Kelas Dorong Murid Lebih Giat Belajar
10 hours ago

OTT di BNPB, KPK Amankan 14 Orang dan Sita Uang Rp1,4 Miliar
10 hours ago

Kecelakaan Innova Vs N-Max di Jalan Raya Camplong Sampang, 3 Orang Dilarikan ke RSUD
10 hours ago

Peduli Warga Terdampak Kekeringan, Penyuluh KB Sampang Salurkan 15 Tangki Air Bersih
a day ago

KPM PKH Sampang Diminta Teken Pernyataan Bermaterai, Moh Hakim: Benar Ada Surat Tersebut
2 days ago

Dugaan TPPO PMI Asal Sampang: Dijanjikan Kerja di Dubai, Berakhir di Libya
2 days ago





