Rabu, 12 Agustus 2026
Salsabila FM
Lintas Berita

Soal Pembangunan Industri China di Madura, Begini Kata Ulama BASSRA

Redaksi - Tuesday, 11 August 2026 | 07:02 AM

Background
Soal Pembangunan Industri China di Madura, Begini Kata Ulama BASSRA
Pengasuh Pondok Pesantren Ibnu Kholil, KH Imam Bukhori atau Ra Imam. ( Istimewa/)


salsabilafm.com - Rencana masuknya investor China ke Bangkalan, Madura mendapat respons positif dari ulama setempat. Sejumlah kiai menilai rencana kerja sama tersebut dapat menjadi harapan baru bagi masyarakat, terutama jika investasi yang masuk benar-benar memberikan dampak terhadap kesejahteraan warga.


Pengasuh Pondok Pesantren Ibnu Kholil, KH Imam Bukhori, mengaku mendukung rencana masuknya investor ke Bangkalan. Dia juga mengapresiasi langkah pemerintah yang berupaya menarik investor China untuk menanamkan modal di wilayah tersebut.




"Saya mengapresiasi langkah yang dilakukan oleh Pak Makruf dengan mengajak para investor China untuk berinvestasi di Bangkalan," kata Ra Imam, panggilannya, Selasa (11/8/2026).



Ra Imam mengatakan, Pemkab Bangkalan perlu proaktif menyiapkan peraturan daerah (perda) yang dapat menjadi landasan hukum bagi masuknya investasi tersebut. Aturan itu juga perlu mengakomodasi norma lokal serta potensi dampak budaya di tengah masyarakat.




"Saya kira yang bagus acuan dari sembilan poin yang sudah dirumuskan dari (Bassra) Barisan Silaturahim Ulama Pesantren Madura harus menjadi acuan. Tapi sekali lagi ini tentu harus dikongkritkan melalui perda-perda, karena perda-lah yang memiliki kekuatan hukum yang mengikat," ucapnya. 


Kiai yang aktif di Barisan Silaturahim Ulama Pesantren Madura (BASSRA) itu mengaku belum mengetahui secara detail sejauh mana langkah Pemkab Bangkalan dalam menindaklanjuti rencana kerja sama Indonesia-China tersebut. Dia dan sejumlah ulama lainnya sejauh ini baru memperoleh informasi mengenai rencana tersebut melalui media dan media sosial.


"Saya belum tahu sejauh mana sosialisasinya, karena saya pun cuma tahu lewat media sosial aja tentang kabar ini," ungkapnya.




Ra Imam meyakini ulama Madura tidak akan mempersoalkan keberadaan industri tersebut selama investasi yang masuk benar-benar ditujukan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Dia juga berharap seluruh elemen masyarakat Bangkalan dapat memberikan dukungan agar rencana tersebut dapat terealisasi dengan baik.


"Semoga semua elemen masyarakat Bangkalan bisa mendukung sepenuhnya akan rencana ini sehingga nanti bisa benar-benar terealisasi dengan baik," pungkasnya. (*)