Jumat, 2 Oktober 2026
Salsabila FM
Lintas Berita

Kakek di Sampang Tewas Dihantam Linggis

Syabilur Rosyad - Friday, 02 October 2026 | 01:24 AM

Background
Kakek di Sampang Tewas Dihantam Linggis
Petugas saat berada di lokasi. (Rosyad/Salsa/)

salsabilafm.com – Seorang kakek berusia 70 tahun, Nimo, warga Dusun Nungkesan, Desa Tamberu Daya, Kecamatan Sokobanah, Kabupaten Sampang, meninggal dunia. Korban diduga dihantam linggis oleh tetangganya sendiri, IH, Rabu (30/9/2026) pagi.


Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 07.30 WIB. Saat itu, Nimo baru selesai minum kopi di rumahnya dan kemudian pergi ke kandang kambing untuk memberi makan ternaknya.


Salah satu warga inisial AR mengatakan, kakek Nimo didatangi IH yang membawa linggis besi. Tanpa diketahui adanya pertengkaran sebelumnya, IH kemudian menghantam korban menggunakan linggis hingga mengenai rahang sebelah kiri.




"Korban langsung terjatuh di sekitar kandang. Anak IH berinisial S yang berada tidak jauh dari lokasi berusaha melerai kejadian tersebut," katanya saat dihubungi, Jum'at (2/10/2026).


Sementara itu, anak korban berinisial SM yang mengetahui kejadian tersebut langsung memberikan pertolongan dan membawa Nimo ke Puskesmas.




"Korban mengalami luka robek cukup parah pada bagian rahang kiri dan mendapat penanganan medis, termasuk sekitar lima jahitan. Namun, kondisi korban memburuk hingga akhirnya dinyatakan meninggal dunia sekitar pukul 10.00 WIB," ungkapnya.


Peristiwa tersebut kemudian dilaporkan kepada Polsek Sokobanah sekitar pukul 13.30 WIB. Polisi langsung mendatangi lokasi bersama Tim Identifikasi dan Opsnal Satreskrim Polres Sampang untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).


Kasi Humas Polres Sampang, AKP Eko Puji Waluyo, membenarkan peristiwa penganiayaan yang mengakibatkan korban meninggal dunia tersebut.




"Benar telah terjadi perkara penganiayaan berat di Dusun Nungkesan, Desa Tamberu Daya, Kecamatan Sokobanah, yang mengakibatkan korban atas nama Nimo meninggal dunia," ujar Eko.


Polisi masih mendalami motif penganiayaan tersebut, termasuk meminta keterangan sejumlah saksi dan mengamankan barang bukti untuk kepentingan penyelidikan.




"Petugas dari Polsek Sokobanah, SPKT, serta Tim Identifikasi dan Opsnal Polres Sampang sudah turun langsung melakukan olah TKP, memasang garis polisi, serta menginterogasi saksi-saksi," pungkasnya. (Syad)