Kamis, 1 Oktober 2026
Salsabila FM
Lintas Berita

Ini Visi Misi Kapolri Komjen Suyudi Ario Seto

Redaksi - Thursday, 01 October 2026 | 06:46 AM

Background
Ini Visi Misi Kapolri Komjen Suyudi Ario Seto
Komjen Pol Suyudi Ario Seto saat menjalani fit and proper test sebagai calon Kapolri di DPR. (Istimewa/)

salsabilafm.com  — Presiden RI Prabowo Subianto dijadwalkan melantik Komisaris Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto sebagai Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) di Istana Negara, Jakarta, Kamis (1/10/2026) siang.


Pelantikan tersebut digelar usai DPR RI secara resmi mengesahkan persetujuan pengangkatan mantan Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) tersebut untuk menggantikan Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo sebagai pimpinan tertinggi Korps Bhayangkara.


Kepastian jadwal pelantikan disampaikan langsung oleh Ketua DPR RI Puan Maharani saat memimpin Rapat Paripurna Ke-8 DPR RI Masa Persidangan I Tahun Sidang 2026-2027 di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis.




Di balik melesatnya proses pergantian pimpinan Polri ini, Komjen Pol Suyudi Ario Seto menyampaikan arah dan filosofi kepemimpinannya saat menjalani uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) di hadapan Komisi III DPR RI.


Mantan Kapolda Banten dan Kapolres Bogor tersebut menegaskan, keberhasilan kepemimpinan di institusi kepolisian tidak boleh hanya diukur dari sekadar program di atas kertas atau janji-janji semata.




"Saya siap dinilai dari hasil, bukan dari janji," ujar Suyudi dalam uji kelayakan tersebut.


Suyudi menaruh perhatian besar pada kualitas pelayanan publik, khususnya ketika masyarakat sedang membutuhkan perlindungan hukum atau menjadi korban kejahatan.


Dia menginginkan setiap kantor polisi di Indonesia menjadi tempat yang benar-benar memberikan rasa aman serta solusi yang cepat.




"Cita-cita saya sederhana, ketika korban datang ke kantor polisi, ia menemukan pertolongan, bukan kerumitan," kata Suyudi.


Gagasan pembenahan yang berfokus pada kemudahan akses, keramahan pelayanan, dan hasil nyata tersebut menjadi salah satu poin kunci yang meyakinkan anggota dewan hingga menyetujui pengangkatannya secara aklamasi.




Usai pengesahan di rapat paripurna, berkas persetujuan DPR langsung dikirimkan ke Istana Negara guna meresmikan pelantikan oleh Presiden Prabowo Subianto. (*)