Kamis, 1 Oktober 2026
Salsabila FM
Lintas Berita

Tempat Penggergajian Kayu di Sampang Terbakar

Redaksi - Wednesday, 30 September 2026 | 10:08 AM

Background
Tempat Penggergajian Kayu di Sampang Terbakar
Kayu hingga lahan di sebelah timur jalur lingkar selatan (JLS) Sampang, terbakar. (Badri/Salsa/)

salsabilafm.com - Tempat penggergajian kayu milik Haji Japar (50), Dusun Kaseran, Desa Pangongsean, Kecamatan Torjun, yang berlokasi di sebelah timur, pertigaan Jalur Lingkar Selatan (JLS) Sampang, terbakar Rabu, (30/9/2026) sekitar pukul 10.30 WIB. 


Kasi Humas Polres Sampang AKP Eko Puji Waluyo mengatakan, Polsek Torjun menerima informasi terkait adanya kebakaran melalui telepon dari pemilik gudang kayu. Kemudian pihak kepolisian dari Polsek Torjun bersama petugas gabungan meliputi Koramil Torjun, Pemadam Kebakaran (Damkar) Sampang berjibaku memadamkan api di tempat kejadian.


"Anggota Polsek Torjun yang mendapatkan informasi langsung mendatangi lokasi dan melihat kobaran api membakar kayu serta sisa gergajian kayu, hingga kemudian Polsek Torjun menghubungi Damkar untuk melakukan pemadaman dan dibantu anggota Koramil Torjun dan warga sekitar dalam melakukan pemadaman," jelas Eko, Rabu (30/9/2026). 




Menurut dia, proses pemadaman api cukup sulit. Sebab, material yang terbakar berupa sisa gergajian kayu dalam kondisi kering, ditambah lagi dengan cuaca panas dan angin yang cukup kencang. 


"Karena sisa gergajian kayu kering dan disertai angin kencang, pemadaman sangat sulit dan suplai air harus beberapa kali diisi ulang," jelasnya.




Meski begitu proses pemadaman tetap dilakukan secara maksimal dengan mengerahkan dua unit mobil pemadam kebakaran, satu unit water tank TNI AD dan empat unit tangki suplai air dengan melibatkan delapan personel pemadam kebakaran.


Eko menambahkan, area yang terdampak kebakaran cukup luas hingga merambat ke lahan kosong di bawah Jalur lingkar selatan (JLS). Luasan tersebut diperkirakan mencapai 40 meter persegi. Menurutnya kebakaran diduga berasal dari sisa api pembakaran sampah di area tersebut.


"Untuk dugaan sementara, kebakaran berasal dari sisa pembakaran sampah," jelasnya.




Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, namun kerugian material mencapai puluhan juta rupiah.


Hingga api berhasil dipadamkan, petugas masih tetap melakukan monitoring di Tempat Kejadian Perkara (TKP) untuk memastikan keamanan dan tidak terjadinya kebakaran susulan.




"Api berhasil dipadamkan kurang lebih selama dua jam. Namun, petugas tetap melakukan monitoring setelah kebakaran," pungkas Eko. (Badri)