BMKG Ingatkan Warga Sumenep Waspadai Perubahan Cuaca
Redaksi - Sunday, 04 October 2026 | 01:48 AM


salsabilafm.com - Masyarakat Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, diimbau mewaspadai perubahan kondisi cuaca yang dapat terjadi secara cepat. Memasuki awal Oktober 2026, kondisi atmosfer di sejumlah wilayah Jawa Timur masih menunjukkan dinamika, sehingga potensi pertumbuhan awan dan hujan lokal tetap perlu diperhatikan.
Berdasarkan informasi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Jawa Timur, masyarakat Sumenep diminta terus memantau perkembangan prakiraan cuaca, khususnya ketika terjadi perubahan kondisi langit dan peningkatan kecepatan angin. Kondisi tersebut penting diperhatikan untuk mengantisipasi gangguan aktivitas masyarakat di luar ruangan.
Kepala BMKG Sumenep Ari Widjajanto, menjelaskan, khuus masyarakat ada umumnya, diberikan perhatian kepada warga yang tinggal di wilayah pesisir Sumenep. Perubahan arah dan kecepatan angin dapat berpengaruh terhadap kondisi perairan, sehingga nelayan disarankan mempertimbangkan kondisi cuaca dan laut sebelum berangkat melaut.
"Untuk wilayah perairan Laut Jawa bagian timur, kondisi angin tercatat sekitar 12 hingga 13 knot, sementara tinggi gelombang berada di kisaran 1,2 hingga 1,3 meter. Kondisi tersebut secara umum masih berada pada kategori rendah hingga sedang, namun nelayan tetap perlu memperhatikan perkembangan cuaca terbaru dari BMKG," paparnya, Minggu (4/10/2026).
Sebab itu, masyarakat diimbau menjaga kewaspadaan ketika melakukan aktivitas di luar rumah. "Jika hujan turun disertai angin kencang, warga sebaiknya menghindari berteduh di bawah pohon besar maupun berada di dekat bangunan atau benda yang berpotensi roboh," imbaunya.
BMKG juga mengingatkan masyarakat untuk menjadikan informasi cuaca sebagai salah satu pertimbangan dalam merencanakan aktivitas harian. "Pembaruan prakiraan dan peringatan dini cuaca dapat dipantau melalui kanal resmi BMKG, sehingga masyarakat dapat mengambil langkah antisipasi lebih awal," pungkas dia. (*)
Next News

Kecelakaan di JLS Sampang, 1 Orang Meninggal Dunia
8 hours ago

9 Nelayan Sumenep Ditahan Otoritas Australia, 2 Dikarantina karena Sakit
8 hours ago

Tanggapi Pembongkaran Paksa Minimarket di Pamekasan, Begini Penjelasan Emil Dardak
8 hours ago

Saksikan Ibunya Diancam dengan Celurit, Anak 8 Tahun di Pamekasan Alami Trauma
3 hours ago

Polisi Panggil Saksi-saksi Kasus Pembongkaran Retail Modern di Pamekasan
3 hours ago

Leher Siswa SMA Terjerat Kabel PLN di Bangkalan
a day ago

Digerebek Suami di Tempat Kerja, Nakes Diduga Selingkuh dengan Kepala Puskesmas Robatal
a day ago

Pecatur Sampang Raih Dua Medali di Asia Pacific Deaf Chess Championship 2026
a day ago

Minibus Vs Motor Terlibat Kecelakaan di Pamekasan
2 days ago

Kecewa Pelayanan Kesehatan, Warga Segel Pustu Blu'uran Sampang
2 days ago




