Industri China Akan Masuk Bangkalan, Begini Kata Ketua HIPMI
Redaksi - Tuesday, 11 August 2026 | 12:03 PM


salsabilafm.com - Rencana masuknya industri China ke Bangkalan memantik sorotan dari sejumlah pihak. Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) turut angkat bicara soal kerja sama investasi yang telah ditandatangani oleh pemerintah pusat itu.
Ketua Badan Pengurus Cabang (BPC) HIPMI Bangkalan, Ellinas Jalusamya Djatmiko mengatakan, masuknya industri ini dapat memberikan stimulus bagi pertumbuhan ekonomi di Bangkalan. Terlebih, industri yang akan masuk merupakan sektor padat karya sehingga berpotensi besar menyerap tenaga kerja.
"Ketika industri di Bangkalan ini tumbuh, masyarakat Bangkalan tidak perlu harus keluar dari daerah untuk meningkatkan taraf hidupnya. Mereka bisa memanfaatkan peluang kerja di daerahnya, tidak perlu jauh dari keluarga," kata dia, Senin (10/8/2026).
Jalu, sapaannya, menyampaikan, angin segar investasi ini harus disambut dengan kesiapan dan persiapan matang dari Pemkab Bangkalan. Harus ada regulasi pendukung agar investasi tersebut dapat berjalan lancar.
"Semua kembali kepada kesiapan pemerintah, yang bisa menyiapkan infrastruktur pendukung dari segi keamanan lahan hingga kesiapan aparatur pemerintah, seperti kemudahan, percepatan perizinan, dan semacamnya," ujarnya.
"Yang penting investor itu masuk dulu. Pemerintah harus bisa menjamin keamanan dan memberikan rasa nyaman kepada investor. Mereka pasti akan mengikuti Perda yang ada. Selama Perda itu tidak terlalu kaku (strict), mereka pasti bisa kompromi dengan hal-hal tersebut," imbuhnya.
Jalu meyakini Bangkalan memiliki ketersediaan lahan yang sangat luas untuk menampung arus industrialisasi. Namun, hal itu kembali pada komitmen pemerintah daerah untuk meyakinkan investor agar merasa aman menanamkan modalnya di Bangkalan.
"Kita perhatikan, pada 11 kilometer di sisi Suramadu, laju pertumbuhan industri di sana masih sangat lambat. Sebagai kota penyangga, di situ juga banyak lahan kosong yang notabene info-infonya milik perusahaan besar, kenapa tidak disegerakan?" harapnya.
Jalu menekankan agar pemerintah juga bertindak tegas dalam menetapkan komposisi atau persentase pelibatan warga lokal sebagai pekerja. Sebab, tujuan utama dibukanya keran industri adalah untuk mendongkrak perekonomian daerah.
"Kalau dari segi kewilayahan, tentunya kami berharap masyarakat Bangkalan harus banyak dilibatkan, meskipun nantinya para investor tetap akan menghadirkan tenaga kerja ahli yang memang dibutuhkan oleh perusahaan," pungkasnya. (*)
Next News

Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026, Kalahkan Thailand lewat Adu Penalti
2 hours ago

Jalan di Bangkalan Baru Diperbaiki, Warga Keluhkan Sisa Material Pasir
19 hours ago

Presiden Prabowo Resmikan 204 Satuan Baru TNI
21 hours ago

50 Persen Penduduk Ditargetkan Terdata dalam Perlinsos Digital
21 hours ago

PMI Asal Bangkalan Dipulangkan Usai Meninggal di Malaysia
21 hours ago

Polisi Panggil SDM PKH Terkait Bansos Viral di Batuporo Timur
21 hours ago

Kasus PKH Batuporo Timur Masuki Babak Baru, Polisi Panggil Sejumlah Pihak Terkait
21 hours ago

Parkir AGN Gunakan Trotoar, DPRD Sampang: Tidak Dibenarkan Karena untuk Pejalan Kaki
21 hours ago

Oknum Guru SD di Sumenep Ditangkap Polisi, Diduga Cabuli Murid Saat Ambil Ijazah
2 days ago

BMKG Ingatkan Warga Sumenep Waspadai Perubahan Cuaca
2 days ago





