Persoalkan BOP, Jaka Jatim Datangi Kemenag Sampang
SalsabilaNews - Tuesday, 08 December 2020 | 02:24 PM



Jaringan Kawal Jawa Timur (Jaka Jatim) Koorda Sampang melakukan audiensi ke Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Sampang terkait dugaan pemotongan penyaluran dana Bantuan Operasional Pendidikan (BOP), Selasa (8/12/20).
Sidik, Ketua Jaka Jatim Korda Sampang menyampaikan, pasca pencairan BOP, pihaknya mencoba mendatangi salah satu lembaga di beberapa kecamatan untuk mengambil sampel. Alhasil, pihaknya menemukan kegiatan BOP tidak optimal.

"Karena lembaga tidak menerima BOP secara utuh. Misalkan Madrasah Diniyah Takmiliyah (MDT) menerima 10 Juta, tetapi setelah dicairkan diminta oleh oknum untuk mentransfer mulai dari 30-60 %," sambungnya.
Maka dari itu, lanjut Sidik, Jaka Jatim mendatangi Kemenag Sampang agar Kemenag mengetahui tentang siapa saja yang menjadi proker dari kegiatan ini, karena Kemenag adalah pemilik dari kegiatan BOP Covid-19.
"Agenda kami datang kesini, membawa sejumlah temuan di lapangan. Setidaknya kami deadline Kemenag hingga tanggal 31 Desember untuk memberaskan permasalahan ini dan lembaga bisa menerima uang secara utuh," tuntutnya.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Kantor Kemenag Sampang, H. Pardi menjelaskan bahwa pihaknya berterimakasih atas masukan yang telah diberikan untuk mewujudkan kebermanfaatan BOP.
Diakuinya, secara teknis memang ada beberapa hal yang perlu dibenahi, seperti sosialisasi, pelaporan dari lembaga, dan lain sebagainya yang merupakan tugas dari Kemenag untuk menajamkan dan memonitoring.
Terkait adanya dugaan pemotongan BOP oleh oknum tertentu, H. Pardi mengatakan bahwa pihaknya telah menjelaskan semua hal itu dan meminta Jaka Jatim untuk memberikan data siapa saja yang telah melakukan hal itu.
"Saya malah minta data kepada beliau-beliau, siapa yang melakukan dan lain sebagainya, karena kita memang tidak tahu," timpalnya.
Karena menurutnya, fungsi Kemenag hanyalah melakukan sosialisasi dan melakukan edukasi untuk segera melaporkan jika terdapat ketidak optimalan BOP.
"Harus dipahami bahwa BOP itu DIPA nya pusat, karena DIPA pusat maka seluruhnya pusat. Tolong jika memang rekan-rekan meliki data valid, sampaikan ke kita tapi jangan sampai ada fitnah," tegasnya. (Romi)
Next News

Realisasi Transfer ke Daerah Capai Rp504,3 Triliun hingga Agustus 2026
5 hours ago

Kualitas Udara Palangka Raya Masuk Kategori Berbahaya akibat Karhutla
5 hours ago

Gudang Barang Rongsokan dan Rumah Warga di Sampang Terbakar, Kerugian Rp100 Juta
5 hours ago

Sedan Seruduk Toko dan Gudang di Pamekasan, Tidak Ada Korban Jiwa
5 hours ago

Ratusan KK di Bangkalan Belum Nikmati Listrik, Wabup Usulkan Aktivasi PLTG
5 hours ago

BBPOM Surabaya Sita Ribuan Obat Bahan Alam Ilegal di Bangkalan
5 hours ago

Pria di Pamekasan Diamankan Polisi, Tidak Bayar saat Belanja di Toko Kelontong
a day ago

Polisi Tangkap 3 Pengedar Sabu di Sumenep, Barang Bukti 0,62 Gram
a day ago

Sumur Bor Keluar Gas, ESDA Sumenep ke Lokasi Ambil Sampel Air
a day ago

8.187 KPM di Bangkalan Terindikasi Judi Online, 445 Ajukan Sanggah untuk Reaktivasi
a day ago





