Kamis, 15 Januari 2026
Salsabila FM
Lintas Berita

Penganiayaan Pegawai SPBU Camplong, Saksi Sebut Korban Dibacok dan Ditembak Gegara Barcode

Syabilur Rosyad - Tuesday, 21 October 2025 | 02:05 PM

Background
Penganiayaan Pegawai SPBU Camplong, Saksi Sebut Korban Dibacok dan Ditembak Gegara Barcode

salsabilafm.com – Aksi brutal terjadi di SPBU Camplong, Sampang, Madura, Minggu malam (19/10/2025). Pegawai SPBU bernama Hairuddin (29) menjadi korban pembacokan dan penembakan oleh pelaku berinisial M, gegara barcode kendaraan pelanggan tak terbaca oleh sistem.

Menurut saksi, Pardi (20), pelaku berinisial M awalnya marah karena barcode kendaraannya gagal dipindai. Pelaku langsung mengamuk dan menantang korban berkelahi sambil mengeluarkan pisau.

“Orangnya marah-marah, bilang barcodenya sering dipakai. Tapi sistem waktu itu memang tidak bisa baca,” ujar Pardi, Senin (20/10/2025).

Tak lama kemudian, pelaku M memanggil dua rekannya yang datang membawa celurit. Pemilik SPBU, Haji Saudi, sempat mencoba melerai, namun serangan tetap terjadi.

“Abah sempat pasang badan di depan korban. Kalau tidak ditahan, mungkin korban sudah meninggal di tempat,” jelas Pardi.

Korban mengalami luka bacok serius di beberapa bagian tubuh dan dilarikan ke RSUD dr. Mohammad Zyn Sampang. Tak hanya senjata tajam, salah satu pelaku juga menembakkan senjata api dua kali ke arah korban.

“Saat korban sempat merebut celurit, salah satu pelaku menembak dua kali ke arah kakinya. Untung tidak kena,” terang Pardi.

Keesokan harinya, warga menemukan dua selongsong peluru di lokasi. Barang bukti itu kini diamankan polisi untuk uji balistik.

Plh. Kasi Humas Polres Sampang, AKP Eko Puji Waluyo, membenarkan adanya dugaan penggunaan senjata api.
“Satreskrim Polres Sampang bersama Polsek Camplong sedang melakukan penyelidikan intensif, termasuk menelusuri kepemilikan senpi pelaku,” ujar Eko.

Dari hasil penyelidikan, identitas pelaku utama M sudah dikantongi dan kini berstatus terlapor. Dua pelaku lainnya masih buron.

“Kami akan menangkap seluruh pelaku tanpa pandang bulu. Tindakan brutal seperti ini tidak bisa ditoleransi,” tegasnya.

Korban Hairuddin masih dirawat intensif di ruang ICU RSUD dr. Mohammad Zyn Sampang setelah menjalani operasi akibat luka bacok parah. (Syad)