Pembentukan Destana di Sampang Masuki Tahap Penentuan Prioritas dan Indikator
ROMI - Monday, 20 November 2023 | 08:31 PM


salsabilafm.com– Sebagai bentuk keseriusan pembentukan Desa Tangguh Bencana (Destana), segala persiapan dan tahapan dilakukan oleh Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim Nahdlatul Ulama (LPBI NU) Kabupaten Sampang. Hal tersebut ditunjukkan dengan digelarnya Workshop Penentuan Prioritas dan Pemenuhan Indikator Destana di Kantor Kecamatan Kota Sampang, Senin (20/11/2023).
Direktur Program Akselerasi Destana dan Integrasi Dalam Mekanisme Perencanaan Desa, Nur Muhammad Sholehuddin menyampaikan, kegiatan hari ini adalah penentuan prioritas dan pemenuhan indikator Destana. Dalam penentuannya, pihaknya menggali langsung dari masyarakat di desa.
Sebab, masyarakat desa lebih mengetahui kebutuhan dan bagaimana cara memenuhi kebutuhan itu, pihaknya hanya sekedar memfasilitasi atau menggaris bawahi semua hal yang bisa dilakukan oleh masyarakat sebagai rel pembentukan desa tangguh bencana.
"Berbicara soal pemenuhan Destana, banyak unsur yang bisa dimasukkan, salah satunya adalah hasil FGD atau Workshop ini kemudian bisa dirancang dan dimasukkan dalam perencanaan desa atau kulurahan pada tahun 2024 atau tahun selanjutnya," ungkapnya.
Pria yang akrab disapa Pak Sholeh itu menerangkan, upaya yang dilakukan oleh pihaknya ini bukan hanya sebatas pembentukan Destana, tetapi bagaimana proses penyadaran masyarakat akan bencana yang mengancam setiap tahunnya, kemudian mencari solusi terbaik untuk meminimalisir resiko bencana.
Selama program ini berlangsung, akan terus dilakukan pendampingan pada stakeholder desa yang telah dijadwalkan mulai bulan November akhir sampai April 2024. Masyarakat akan terus disadarkan bagaimana memenuhi indikator Destana dan bagaimana menghadapi bencana.
"Setelah itu, barulah kita workshopkan secara besar-besaran se- Kabupaten Sampang, bahwa ini loh yang sudah dilakukan sembilan desa dalam penanggulangan bencana di Sampang dan berhasil," paparnya.
Sebagai pelaksana program, pihaknya berharap ada penyadaran terhadap masyrakat terkait resiko bencana yang mengintai. Tidak hanya saat program ini berjalan, tetapi pasca program masyarakat menyadari bahwa benca menjadi bagian dari kehidupan yang harus diantisipasi.
Sekretaris LPBI NU Kabupaten Sampang, Parmadi menguraikan, ada sebanyak 7 prioritas indikator pembentukan Destana. Diantaranya, Kajian Resiko Bencana, Rencana Penanggulangan Bencana, Rencana Aksi Komunitas, Rencana kontinjensi (Renkon), Rencana Evaluasi, Kajian Mata Penghidupan, dan Pembentukan Forum PRB Desa.
"Semua indikator ini perlu disesuiakan dengan kondisi dan kemauan masing-masing desa. Saya harap semua perwakilan Focus Group Discussion (FGD) di setiap desa tetap semangat untuk mewujudkan desa tangguh bencana," tutupnya. (Romi)
Next News

Harga Daging Sapi di Pamekasan Turun Jelang Iduladha
16 hours ago

Tabrakan dengan Truk Molen, Microbus di Pamekasan Nyemplung ke Sawah
20 hours ago

Bupati Sampang: Dekopinda Mitra Strategis Pemerintah Daerah Kawal Koperasi Desa Merah Putih
19 hours ago

Kunjungi Radio Salsabila FM, Klinik Mata Sampang Tawarkan Program Edukasi Kesehatan Mata
19 hours ago

Anggota TNI AL Asal Bangkalan Tewas di KRI Radjiman, Keluarga Ungkap Sejumlah Kejanggalan
20 hours ago

Pasangan Tunawicara di Bangkalan Dapat Bantuan Bedah Rumah, Maruarar Sirait: Ini Penerima Tepat Sasaran
21 hours ago

Perpustakaan Sampang Minim Fasilitas Disabilitas, Koleksi Braille Mulai Disediakan
a day ago

Terdampak Efisiensi, Payung Elektrik Alun-Alun Trunojoyo Sampang Beroperasi Terbatas
a day ago

Bersama Pertamina Patra Niaga, Pesanggrahan Tumbuh Menuju Kampung Berkelanjutan
17 hours ago

Data Kekeringan Belum Lengkap, BPBD Sampang Belum Bisa Pastikan Jumlah Bantuan Air
2 days ago





