Nestapa Nelayan Masalembu: Harga Ikan Anjlok, Hasil Tangkapan Dibuang ke Laut
Redaksi - Thursday, 28 August 2025 | 04:48 PM


salsabilafm.com – Para nelayan di Masalembu, Sumenep,Jawa Timur pada Senin (22/8/2025) mengalami hari yang kelam. Pasalnya, sejak pagi para nelayan yang sudah berdatangan setelah menangkap ikan kebingungan untuk menjual hasil tangkapannya.
Hari itu beberapa nelayan ada yang sudah menjual ikannya. Namun, banyak juga perahu yang lalu lalang kebingungan dan frustasi karena para pengepul tidak mau membeli ikan akibat stok dan penampungan ikannya sudah penuh.
"Selain tidak ada pengepul yang mau membeli ikan layang kecil, harga ikan sejak seminggu lalu juga anjlok. Sebelumnya, harga ikan mencapai Rp 7.500 – 8000 per kilogram, turun menjadi Rp 1.750 – 2.000 per kg," ucap Rendy, ketua Kelompok Nelayan Masalembu (KNM), Rabu (27/8/2025).
Akibat tidak adanya pengepul yang membeli, ikan layang hasil tangkapan nelayan terpaksa diolah sendiri dan dibagi-bagikan ke orang lain. Bahkan, kata Rendy, ada yang dibuang di tengah laut. "Satu perahu ada yang membuang ikan ke tengah laut sebanyak 200 kg, 400 kg, dan bahkan ada yang membuang hingga 3,2 ton ikan," terangnya.
Rendy menuturkan, ikan yang dibuang karena tidak ada yang membeli bukan baru kali ini terjadi. Setiap musim ikan, selalu ada saja ikan yang dibuang karena tidak ada yang membeli. Tahun lalu juga ikan Pungkur atau ikan jaket yang harganya mahal Rp 45.000 kg juga banyak yang dibuang karena pembeli ikan sudah kehabisan stok es batu. "Bahkan ikan Jaket yang dibuang waktu itu jumlahnya berton-ton," ucap dia.
Menurut Rendy, kejadian seperti ini seharusnya diantisipasi sejak awal oleh Pemerintah agar tidak terjadi lagi ikan yang dibuang karena tidak ada yang membeli. KNM tidak melihat adanya peran Pemerintah dalam masalah yang dihadapi oleh nelayan khususnya terkait anjloknya harga ikan serta minimnya pembeli ikan yang ada di Pulau Masalembu.
"Pertanyaannya, dimana bentuk perlindungan Pemerintah bagi nelayan kecil seperti yang tertuang dalam Peraturan Daerah Kabupaten Sumenep Nomor 2 Tahun 2022 Tentang Perlindungan Nelayan Kecil?," kata Rendy.
Dia melanjutkan, jika hal semacam ini terus dibiarkan oleh Pemerintah dan terjadi lagi setiap musim ikan, maka sama saja Pemerintah mengorbankan dan memiskinkan nelayan. Sebab, nelayan tidak akan melaut selama tidak ada yang membeli ikan. "Jika nelayan tidak melaut, maka ekonomi nelayan akan hancur, dan ini akan berdampak terhadap keberlangsungan hidup nelayan dan keluarganya," ucap Rendy.
"Oleh sebab itu, Kelompok Nelayan Masalembu (KNM) mendesak Pemerintah Kabupaten Sumenep untuk segera turun tangan dan mencari solusi atas masalah ini agar nelayan tetap bisa melaut dan menjual hasil tangkapannya," sambungnya. (*)
Next News

Pria di Pamekasan Diamankan Polisi, Tidak Bayar saat Belanja di Toko Kelontong
a day ago

Polisi Tangkap 3 Pengedar Sabu di Sumenep, Barang Bukti 0,62 Gram
a day ago

Sumur Bor Keluar Gas, ESDA Sumenep ke Lokasi Ambil Sampel Air
a day ago

8.187 KPM di Bangkalan Terindikasi Judi Online, 445 Ajukan Sanggah untuk Reaktivasi
a day ago

Prabowo Sebut Pemerintah Pusat Akan Ambil Alih Pengangkatan Guru
a day ago

Prabowo Sebut Kebocoran Ekspor Indonesia Capai Rp15.000 Triliun
a day ago

Pemuda 20 Tahun Ditemukan Meninggal Gantung Diri di Kamar Mandi
a day ago

Nenek Hilang di Sampang Akhirnya Ditemukan Meninggal
a day ago

Prabowo Soroti Birokrat yang Disebut sebagai Deep State
a day ago

Alokasi Pupuk Bersubsidi 2026 di Sampang Meningkat
2 days ago




