Menkeu Purbaya Minta Pemutakhiran Data PBI JKN Dilakukan Bertahap
Redaksi - Monday, 09 February 2026 | 09:34 AM


salsabilafm.com – Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa meminta BPJS Kesehatan melakukan pemutakhiran data Peserta Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan Nasional (PBI JKN) secara bertahap dan dengan rentang waktu tertentu. Tujuannya agar tidak menimbulkan kejutan di tengah masyarakat.
Permintaan tersebut disampaikan Purbaya dalam Rapat Bersama Pimpinan DPR RI di Jakarta, Senin (9/2/2026), menyikapi lonjakan penonaktifan peserta PBI JKN pada Februari 2026.
Purbaya menyoroti adanya anomali perubahan data kepesertaan. Selama ini, rata-rata penonaktifan peserta PBI JKN berkisar sekitar satu juta jiwa. Namun, pada Februari 2026, jumlah peserta yang dinonaktifkan melonjak hingga 11 juta orang atau hampir 10 persen dari total sekitar 98 juta peserta.
"Jadi, ini yang menimbulkan kejutan. Kenapa tiba-tiba ramai di bulan Februari tahun ini, menurut dugaan kami, karena sedemikian besar orang yang terpengaruh dan mereka tidak tahu bahwa mereka sudah tidak masuk dalam daftar lagi," ujar Purbaya.
Purbaya menegaskan, perubahan data PBI JKN merupakan bagian dari upaya meningkatkan kualitas dan tata kelola program JKN agar lebih tepat sasaran, khususnya untuk melindungi masyarakat miskin dan tidak mampu. Namun, menurutnya, pemutakhiran data tersebut seharusnya tidak menimbulkan kegaduhan di masyarakat.
Karena itu, Bendahara Negara menyarankan agar penonaktifan kepesertaan PBI JKN dilakukan secara bertahap, misalnya dengan masa transisi dua hingga tiga bulan serta disertai sosialisasi yang memadai.
Dengan cara tersebut, masyarakat memiliki waktu untuk menyiapkan langkah mitigasi sebelum kepesertaannya benar-benar dinonaktifkan.
"Jangan sampai yang sudah sakit, begitu mau cek, cuci darah, tiba-tiba tidak eligible (memenuhi syarat), tidak berhak," jelasnya.
Menkeu berharap, penentuan jumlah peserta PBI JKN ke depan dilakukan secara lebih hati-hati dan terukur, dengan mengedepankan ketepatan sasaran, kemudahan akses layanan, serta keberlanjutan program JKN.
Dia juga mengimbau BPJS Kesehatan segera menyelesaikan berbagai kendala operasional, manajemen, maupun sosialisasi yang berpotensi memicu masalah dalam pelaksanaan program JKN.
"Jadi ini yang mesti dikendalikan ke depan. Kalau ada angka drastis seperti ini, diperhalus sedikit. Jangan menimbulkan kejutan seperti itu," pungkas Purbaya. (*)
Next News

Kasus Penganiayaan Guru Madrasah di Sampang, Kuasa Hukum: Korban Sempat Diancam Dibunuh
13 hours ago

Urai Kemacetan, Polisi Evakuasi Truk Fuso di Ruas Jalan Nasional Bangkalan
13 hours ago

Kasus PMK di Bangkalan: 51 Sapi Sembuh, 3 Ekor Masih Terinfeksi
13 hours ago

13,5 Juta Peserta PBI JKN Dinonaktifkan pada 2025, Gus Ipul: 87,591 Ribu Lakukan Reaktivasi
14 hours ago

Jelang Ramadan, Ribuan Botol Miras di Pamekasan Dimusnahkan
14 hours ago

1.316 CJH Sumenep Jalani Vaksinasi Selama 3 Hari
14 hours ago

Polisi Gagalkan Peredaran 250 Botol Arak Bali di Terminal Sampang
15 hours ago

Guru PPPK Paruh Waktu Datangi DPRD Sampang, Tuntut Kesejahteraan dan Pengalihan Status
15 hours ago

Terganjal Utang Pelanggan, PDAM Sampang Absen Setor PAD Hingga 2027
16 hours ago

Pemkab Sampang Ajukan 9 Desa untuk Mendapatkan Program Jatim Puspa 2026
16 hours ago





