Senin, 12 Oktober 2026
Salsabila FM
Lintas Berita

Meluas, Kekeringan Kritis di Sampang Bertambah Jadi 81 Desa

Redaksi - Monday, 12 October 2026 | 05:35 AM

Background
Meluas, Kekeringan Kritis di Sampang Bertambah Jadi 81 Desa
Kantor BPBD Sampang (Badri/Salsa/)

salsabilafm.com - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sampang, mulai menambahkan perluasan pemetaan data kekeringan pada bulan ini. Tercatat, sebanyak 81 Desa dari sebelumnya 78 Desa, di 12 kecamatan telah memasuki kekeringan kritis.


Kalaksa BPBD kabupaten Sampang Fajar Arif, menyampaikan, penambahan perluasan data kekeringan terjadi setelah sejumlah desa yang sebelumnya masuk dalam kategori kering langka, namun hingga kini mengalami penurunan ketersediaan air bersih hingga masuk dalam kategori kritis.


"Jadi yang kemarin di SK itu langka terbatas, sekarang bisa jadi kritis, seperti di Banyuates, Banyuates itu yang kemarin kritis hanya satu, sekarang bertambah Olor, Planggaran Barat, dan Planggaran Timur," jelas Fajar, Senin (12/10/2026).




Disisi lain, penambahan pendistribusian air dari badan penanggulangan bencana daerah Kabupaten Sampang akan berakhir sampai bulan November 2026. Pendistribusian itu menggunakan dana PAK dari Pemerintah kabupaten Sampang, namun, dana tersebut menunggu pengesahan dari pemerintah Provinsi Jawa Timur.


"Tapi sekarang belum disahkan provinsi, jadi kita  masih menunggu. Nanti kalau sudah disahkan oleh provinsi, baru kita realisasikan pendistribusian," tambahnya.




Pihaknya berharap agar seluruh masyarakat di Kabupaten Sampang, terkhususnya bagi seluruh wilayah yang masuk dalam kategori kering keritis agar dapat menyesuaikan penggunaan air, menghemat air, serta menggunakan air dengan secukupnya.


"Karena sekarang sudah masuk krisis air bersih, debit-debit air sudah berkurang, sumur tentunya sudah sebagian yang sudah tidak ada, jadi saya himbau untuk semua masyarakat agar menghemat dan bijak dalam menggunakan air bersih," pungkasnya. (Badri)