Mahfud MD Siap Dipanggil KPK Soal Dugaan Mark Up Proyek Kereta Cepat
Redaksi - Sunday, 26 October 2025 | 05:56 PM


salsabilafm.com – Mantan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menkopolhukam) Mahfud MD menyatakan kesiapannya untuk memenuhi panggilan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait dugaan penggelembungan anggaran proyek kereta cepat Jakarta–Bandung, Whoosh.
"Iya, saya siap dipanggil. Kalau dipanggil, saya akan datang. Kalau saya disuruh lapor, ngapain, buang-buang waktu juga," ujar Mahfud kepada awak media di Yogyakarta, Minggu (26/10/2025).
Pernyataan itu disampaikan Mahfud menanggapi dorongan KPK agar dirinya melaporkan secara resmi dugaan tindak pidana korupsi dalam proyek tersebut. Ia menegaskan bahwa tidak ada kewajiban bagi seseorang untuk membuat laporan kepada KPK, begitu pula KPK tidak berhak memaksanya.
"Enggak berhak dia (KPK) mendorong. Laporan itu enggak ada kewajiban orang melapor," katanya dikutip dari Antara.
Mahfud menambahkan, informasi mengenai dugaan mark up proyek Whoosh sebenarnya sudah diketahui KPK sebelum dirinya mengungkapkannya ke publik.
"Wong yang saya laporkan itu, KPK sudah tahu. Karena sebelum saya ngomong, sudah ramai duluan, kan? Saya cuma ngomong karena sudah ramai saja," jelas mantan Ketua Mahkamah Konstitusi itu.
Menurut Mahfud, pihak yang seharusnya dipanggil oleh KPK adalah orang-orang yang lebih dulu berbicara dan memiliki data terkait proyek tersebut.
"Mestinya KPK manggil orang yang ngomong sebelumnya, itu kan banyak banget, yang punya data, dan pelaku. Kalau saya tuh kan pencatat aja," tuturnya.
Ketika ditanya soal pandangannya terhadap kondisi proyek kereta cepat Whoosh, Mahfud hanya berkelakar, "Ya, was-wus, was-wus, was-wus," ucapnya sambil tertawa.
Terkait rencana negosiasi antara Pemerintah Indonesia dan China untuk membahas utang proyek Whoosh, Mahfud menilai langkah itu memang harus dilakukan.
"Iya, memang harus negosiasi, kan? Mau apa kalau sudah begini. Enggak bisa bayar, enggak punya uang, ya negosiasi. Kan gitu, kan? Jalannya tuh negosiasi. Silakan aja," pungkasnya. (*)
Next News

Pria di Pamekasan Diamankan Polisi, Tidak Bayar saat Belanja di Toko Kelontong
17 hours ago

Polisi Tangkap 3 Pengedar Sabu di Sumenep, Barang Bukti 0,62 Gram
18 hours ago

Sumur Bor Keluar Gas, ESDA Sumenep ke Lokasi Ambil Sampel Air
18 hours ago

8.187 KPM di Bangkalan Terindikasi Judi Online, 445 Ajukan Sanggah untuk Reaktivasi
18 hours ago

Prabowo Sebut Pemerintah Pusat Akan Ambil Alih Pengangkatan Guru
18 hours ago

Prabowo Sebut Kebocoran Ekspor Indonesia Capai Rp15.000 Triliun
18 hours ago

Pemuda 20 Tahun Ditemukan Meninggal Gantung Diri di Kamar Mandi
18 hours ago

Nenek Hilang di Sampang Akhirnya Ditemukan Meninggal
18 hours ago

Prabowo Soroti Birokrat yang Disebut sebagai Deep State
18 hours ago

Alokasi Pupuk Bersubsidi 2026 di Sampang Meningkat
2 days ago





