Luas Tanam Tembakau di Sampang Turun Drastis, Ini Penyebabny
Ach. Mukrim - Monday, 11 August 2025 | 05:58 PM


salsabilafm.com – Luas tanam tembakau di Kabupaten Sampang pada tahun 2025 tercatat mengalami penurunan signifikan, yakni hanya 3.780 hektare. Ini jauh berkurang dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 8.894 hektare.
Penurunan sekitar 57 persen ini diperkirakan disebabkan oleh faktor perubahan iklim dan cuaca yang tidak menentu.
Kepala Bidang Sarana Pertanian Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Disperta KP) Sampang, Nuruddin menjelaskan, penurunan luas tanam tembakau ini terutama dipengaruhi oleh fenomena kemarau basah yang terjadi tahun ini.
Menurut perkiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), kondisi cuaca yang tidak stabil membuat masa tanam tembakau di beberapa wilayah Sampang tidak dapat berjalan optimal.
"Pada tahun 2024, luas tanam tembakau di Sampang mencapai 8.894 hektare, sedangkan pada 2025 ini hanya sekitar 3.780 hektare. Ini menunjukkan penurunan yang cukup drastis, sekitar 57 persen," katanya, Senin (11/8/2025).
Dia menyebutkan, kondisi tanaman tembakau di Sampang saat ini tidak merata. Beberapa daerah sudah mulai memanen hasil tanamannya, sementara di wilayah lain, tanaman tembakau masih dalam tahap pertumbuhan muda.
Hal ini disebabkan oleh ketidakteraturan waktu tanam, di mana sebagian petani mulai menanam pada bulan Mei hingga Juni, sedangkan petani lain baru memulai tanam pada Juli atau Agustus.
"Tanaman tembakau kali ini tidak seragam. Ada yang sudah panen, ada yang masih muda, tergantung dari kapan waktu tanamnya," sebutnya.
Dia mengungkapkan, meski menghadapi tantangan cuaca yang tidak mendukung, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sampang tetap berkomitmen untuk mendukung sektor pertanian, terutama komoditas tembakau.
Setiap tahunnya, pemerintah memberikan bantuan berupa bibit, pupuk, serta sarana dan prasarana pertanian lainnya, seperti mesin rajang tembakau dan traktor, untuk meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan petani.
"Pada prinsipnya, pemerintah tetap berkomitmen dalam meningkatkan sektor pertanian dan kesejahteraan petani. Meskipun demikian, cuaca yang kurang mendukung tahun ini menjadi kendala utama," pungkasnya. (Mukrim)
Next News

Apresiasi Buku Miftahur Rozaq, Bawaslu Jatim: Buku Ini Kawinkan 18 Tahun Pengalaman Mahal Penyelenggara Pemilu
11 hours ago

Meski WFH, ASN Daratan dan Kepulauan di Sumenep Lakukan Kerja Bakti Serentak
11 hours ago

Tolak Wacana Pemilihan Lewat DPRD, Rektor UTM: Esensi Demokrasi Adalah Kedaulatan Rakyat
14 hours ago

Terinspirasi dari Literasi Pesantren, Miftahur Rozaq Launching Buku 'Di Balik Layar Demokrasi'
14 hours ago

Kecelakaan Maut di Camplong Sampang, Seorang Perawat Meninggal Dunia
15 hours ago

ASN WFH di Pamekasan Wajib On Call, 5 Menit Maksimal Respons Telepon
15 hours ago

Mobil Avanza di Bangkalan Tercebur ke Sungai
15 hours ago

Pertamina Patra Niaga Jaga Kesinambungan Suplai LPG Nusantara, STS Kalbut Sebagai Urat Nadi Energi Indonesia
15 hours ago

Harga Melonjak, Pemkab Sumenep Kaji Kemungkinan Bahan Pengganti Plastik
a day ago

Harga Plastik Naik, Pengusaha Tempe di Pamekasan Beralih ke Daun Pisang
a day ago





