Lesbumi PWNU Jatim Gelar Pesta Puisi Kemerdekaan di Ujung Bulan
Redaksi - Friday, 29 August 2025 | 03:28 PM


salsabilafm.com – Lembaga Seni Budaya Muslimin Indonesia (LESBUMI) PWNU Jawa Timur menggelar acara "Pesta Puisi Kemerdekaan di Ujung Bulan", pada Minggu, 31 Agustus 2025, pukul 13.00 WIB di Aula KH Bisri Syansuri, PWNU Jawa Timur, Jln Masjid Al-Akbar Timur no 9, Gayungan Surabaya.
Acara ini sekaligus Launching Buku Puisi "Pengantin Bulan Domba" karya Didik Wahyudi. Penyair yang alumni Unesa ini dikenal aktif berteater lewat Teater Institut Surabaya.
Didik Wahyudi, turut dalam produksi klips Museum Nahdlatul Ulama (NU) sutradara dan naskah Riadi Ngasiran (kini Ketua Lesbumi PWNU Jawa Timur), saat diresmikan KH Abdurrahman Wahid pada Desember 2004.
Sejumlah Penyair akan hadir, baik tingkat Nasional maupun Jawa Timur. Mereka adalah Mardi Luhung, Mashuri, Ribut Wijoto, Aji Ramdhan, Kiai Chalim Kohari, Muhammad Choiri, Haidar Hafiiz, dan lain-lain.
Ada juga Presiden Penyair Jawa Timur, Aming Aminoedhin dan Widodo Basuki, serta A. Muttaqien, siap hadir memeriahkan agenda terbuka untuk umum ini di Surabaya.
"Kami sengaja mengumpulkan para seniman dalam memeriahkan HUT Kemerdekaan ke-80 Republik Indonesia kita tercinta pada akhir bulan. Hal ini lazim bagi warga Nahdliyin, peringatan harlah misalnya, ya bisa berlangsung sebulan penuh. Termasuk peringatan Proklamasi Kemerdekaan Bangsa kita ini," tutur Ning Nabila Dewi Gayatri, Sekretaris LESBUMI PWNU Jatim dalam keterangan pers, Jumat (29/8/2025).
Para seniman, terutama dari Lesbumi NU dari sejumlah daerah pun hadir. Seperti dari Sidoarjo, Bangil, Jombang, Gresik, dan tentu saja dari Surabaya.
"Sengaja kami rancang untuk memeriahkan Tujuh belasan, namun tidak kehilangan hikmah dari kegiatan ini," tutur Gus Wildan K. Amrullah, panitia kegiatan ini yang juga Bendahara Lesbumi PWNU Jawa Timur, menambahkan.
Penyair dan Pesan Mbah Hasyim
Para seniman Lesbumi NU, banyak berkiprah di berbagai bidang dan berprestasi secara nasional. Mardi Luhung, misalnya, tinggal di Gresik sebagai Guru, karya-karyanya dikenal dalam konstelasi Sastra Indonesia secara nasional. Termasuk juga Mashuri, sebagai Penyair Nasional yang sehari-hari sebagai peneliti BRIN.
Bersama sejumlah penyair Nasional, Mardi Luhung belum lama ini tampil dalam acara di Museum Islam Indonesia KH. M. Hasyim Asy'ari, Tebuireng Jombang. Pada kesempatan itu, disaksikan pula KH Kikin Abdul Hakim Mahfudz, Ketua PWNU Jawa Timur yang juga Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng Jombang.
"Saya memang tidak pernah nyantri di Tebuireng. Tapi, saya selalu rindu hadir di Tebuireng. Alhamdulillah, saya berkesempatan ziarah ke makam Hadlratussyaikh Muhammad Hasyim Asy'ari," kesan Mardi Luhung.
Sebagai bagian dari Nahdliyin, Mardi Luhung mengingatkan warga NU agar masuk NU melalui pintunya, tidak lewat jendela. "Dalam Qanun Asasi NU, Risalah Mbah Hasyim mengingatkan tentang ilmu agama yang bersanad itu. Jadi, tanpa sanad kita bisa masuk NU tapi lewat jendela," tutur Penyair "Ciuman Bibirku yang Kelabu" ini. (*)
Next News

Pria di Pamekasan Diamankan Polisi, Tidak Bayar saat Belanja di Toko Kelontong
19 hours ago

Polisi Tangkap 3 Pengedar Sabu di Sumenep, Barang Bukti 0,62 Gram
19 hours ago

Sumur Bor Keluar Gas, ESDA Sumenep ke Lokasi Ambil Sampel Air
19 hours ago

8.187 KPM di Bangkalan Terindikasi Judi Online, 445 Ajukan Sanggah untuk Reaktivasi
19 hours ago

Prabowo Sebut Pemerintah Pusat Akan Ambil Alih Pengangkatan Guru
19 hours ago

Prabowo Sebut Kebocoran Ekspor Indonesia Capai Rp15.000 Triliun
19 hours ago

Pemuda 20 Tahun Ditemukan Meninggal Gantung Diri di Kamar Mandi
20 hours ago

Nenek Hilang di Sampang Akhirnya Ditemukan Meninggal
20 hours ago

Prabowo Soroti Birokrat yang Disebut sebagai Deep State
20 hours ago

Alokasi Pupuk Bersubsidi 2026 di Sampang Meningkat
2 days ago





