Lagi, Wisatawan Asal Norwegia Kunjungi Sampang Madura
Ach. Mukrim - Thursday, 10 April 2025 | 03:52 PM


salsabilafm.com – Kabupaten Sampang kembali dikunjungi wisatawan asing. Kali ini 10 turis asal Norwegia datang untuk mengenal dan mengeksplorasi kesenian adat budaya dan kearifan lokal masyarakat Kota Bahari.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sampang, Yuliadi Setiyawan mengatakan, Kabupaten Sampang berkomitmen untuk terus meningkatkan fasilitas dan pelayanan demi kenyamanan wisatawan mancanegara.
"Kunjungan ini diharapkan dapat menjadi kesempatan emas untuk memperkenalkan kekayaan alam dan budaya Sampang kepada dunia dan mendorong lebih banyak turis asing datang ke Sampang," ujarnya, Kamis (10/4/2025).
Kepala Bidang (Kabid) Pariwisata Disporabudpar Sampang, Endah Nursiskawati mengatakan, kedatangan wisatawan mancanegara asal Norwegia kali ini merupakan yang kedua kalinya. Kunjungan yang pertama pada tahun 2023 lalu dua orang, dan sekarang mereka datang kembali dengan membawa teman-temannya sebanyak 10 orang.
Menurutnya, kedatangan pertama wisatawan Norwegia ke Kabupaten Sampang, Madura, telah meninggalkan kesan yang mendalam. Mereka takjub dengan keindahan bumi kota bahari, terutama keindahan alun-alun Trunojoyo dan berbagai destinasi wisata lainnya di Kabupaten Sampang.
Keindahan alam dan budaya lokal yang kaya membuat mereka mengagumi Kabupaten Sampang sebagai destinasi wisata yang menarik. Mereka berharap dapat kembali ke Sampang dan mengeksplorasi lebih banyak lagi keindahan yang dimiliki kota bahari ini.
"Untuk kedatangannya sekarang, mereka kembali ingin mengenal dan mengeksplorasi kesenian adat budaya kearifan lokal masyarakat Sampang," ungkapnya.
Pihaknya akan membawa rombongan turis wisatawan mancanegara tersebut, untuk memperkenalkan semua kesenian adat budaya kearifan lokal masyarakat Sampang.
"Mengenalkan tradisi-tradisi seperti, kerapan sapi dan perawatan sapi kerap, pembuatan batik Madura, pembuatan jamu tradisional Madura, dan kesenian-kesenian tradisional lainnya," kata Endah.
Hal itu, kata Endah, sesuai arahan dari Bupati Sampang Slamet Junaidi, yaitu menyajikan keistimewaan Kabupaten Sampang dengan memberikan kesan bagi turis asing, seperti kesenian dan budayanya serta keramah- tamahan masyarakatnya. Sehingga mereka menyimpulkan Sampang merupakan daerah yang istimewa.
"Kami akan terus welcome dan akan terus menyambut baik kedatangan tamu wisatawan mancanegara, kami juga akan berusaha menyajikan potensi kesenian budaya yang bagus pada mereka, agar selanjutnya wisatawan makin ingin datang ke Kabupaten Sampang," tandasnya.
Selama berada di Sampang, wisatawan Norwegia ini dijadwalkan mengunjungi beberapa destinasi unggulan, antara lain:
Pembuatan Jamu Tradisional. Yakni, Belajar tentang proses pembuatan jamu tradisional dan mencoba langsung membuat jamu.
Desa Wisata Adat Napo Laok Omben. Yakni, Menjelajahi kehidupan adat dan budaya lokal di desa ini.
Pembuatan Batik. Yakni, Belajar tentang teknik pembuatan batik dan membuat batik sendiri.
Perawatan Sapi Kerrap. Yakni, Mengunjungi peternakan sapi dan belajar tentang proses perawatan sapi.
Kampung Belanda Torjun. Yakni, Menjelajahi kampung yang memiliki arsitektur Belanda dan belajar tentang sejarahnya.(Mukrim)
Next News

Pertamina Patra Niaga Berikan Santunan Lintas Agama Serentak di 3 Provinsi
5 hours ago

Banjir Rob Rendam Kepulauan di Sumenep
5 hours ago

Gendong 15 Boneka Unta dari Arab Saudi, Jemaah Haji Asal Sampang Curi Perhatian
5 hours ago

Jamaah Haji Pamekasan Meninggal di Tanah Suci, Kemenag Dampingi Ahli Waris Urus Santunan
5 hours ago

Target 307 Ribu Ton, Produksi Garam di Sampang Baru Capai 100 Ton
5 hours ago

616 Jemaah Haji Tiba di Sampang, 2 Meninggal di Tanah Suci
5 hours ago

Pemerintah Tunggu DPR Rampungkan RUU Perampasan Aset, Supratman: Presiden Ingin Cepat Selesai
9 hours ago

Polisi Tangkap Roy Suryo dan dr Tifa atas Dugaan Kasus Fitnah Ijazah Jokowi
9 hours ago

Catat Rutenya! Ini Skema Pengalihan Arus Jelang Kedatangan Jemaah Haji Sampang
in 27 minutes

Polisi Ungkap Kasus Curanmor di Robatal Sampang, 2 Pelaku Ditangkap
a day ago




