Korupsi Kuota Haji 2024, KPK Didesak Segera Tetapkan Tersangka
Redaksi - Saturday, 13 September 2025 | 12:18 PM


salsabilafm.com – Ketua Masyarakat Antikorupsi Indonesia (MAKI) Boyamin Saiman mengancam akan mengajukan gugatan praperadilan terhadap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) jika lembaga antirasuah tersebut tidak segera menetapkan dan mengumumkan tersangka dalam kasus dugaan korupsi pembagian kuota haji tambahan tahun 2024.
Menurut Boyamin, bukti yang dimiliki KPK sudah sangat cukup, termasuk dokumen dan data tambahan yang ia serahkan langsung ke gedung Merah Putih KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, pada Jumat (12/9/2025).
"Saya pikir Jumat ini (penetapan tersangka), tapi ternyata belum ada. Pokoknya saya beri batas waktu, minggu depan kalau tidak diumumkan tersangka, saya gugat praperadilan," tegas Boyamin.
Boyamin mengingatkan KPK agar tidak terlalu sering memberikan janji palsu kepada publik terkait kasus ini. Dia menyebut, dasar kasus dugaan korupsi kuota haji hanya pungutan liar sehingga mestinya mudah dibuktikan.
Selain dokumen SK Nomor 130 Tahun 2024 tentang Pembagian Kuota Haji Tambahan yang ditandatangani Menteri Agama saat itu, Yaqut Cholil Qoumas, Boyamin juga menyerahkan bukti berupa foto-foto istri pejabat yang naik haji menggunakan visa Furoda tetapi mendapat fasilitas negara, hingga keberangkatan pembantu rumah tangga dan tukang pijat yang dimasukkan sebagai petugas haji.
"Petugas haji itu seharusnya lulus ujian dan punya kemampuan melayani jamaah. Kalau hanya pembantu dan tukang pijat, mereka tentu hanya melayani majikannya," ujarnya.
Selain itu, Boyamin mengungkapkan adanya dugaan double job dan double anggaran yang melibatkan Yaqut Cholil Qoumas dan staf khususnya saat pelaksanaan haji 2024. Ia menilai posisi Yaqut sebagai penyelenggara sekaligus pengawas tidak sesuai aturan, karena pengawas seharusnya berasal dari Aparat Pengawas Internal Pemerintah (APIP).
Sementara itu, KPK sebelumnya telah memastikan adanya calon tersangka dalam kasus dugaan korupsi pembagian kuota haji tambahan 2024. Plt Deputi Bidang Penindakan dan Eksekusi KPK, Asep Guntur Rahayu, menyatakan pihaknya akan segera mengumumkan tersangka dalam waktu dekat.
"Calonnya ada. Kapan ditetapkan? Dalam waktu dekat. Nanti pasti dikonferensikan," kata Asep, Rabu (10/9/2025).(*)
Next News

Sorotan BPK Terhadap Aset Lapas Cibinong: Pemanfaatan Lahan Negara Wajib Tercatat Resmi
a month ago

Menunggu Daftar Resmi Penghuni Sel Mewah Cibinong: Mengapa Nama Harvey Moeis dan Heru Hidayat Mencuat?
a month ago

Memperketat Pengawasan Internal: Tindakan Disiplin Kemenimipas Terhadap Oknum Petugas Pemasyarakatan
a month ago

Pemeriksaan Internal Kemenimipas: Kalapas Cibinong Bebas Tugas, Pengunduran Diri Dirjenpas Disorot
a month ago

Buntut Temuan Foto Jimmy Masrin di Lapas Cibinong, Ditjenpas Berikan Klarifikasi Resmi
a month ago

Kasus Korupsi Asabri dan Jiwasraya: Heru Hidayat Diduga Masuk Daftar Penghuni Sel Mewah Lapas Cibinong
a month ago

Ombudsman Temukan Klaster Mewah di Lapas Cibinong, Nama Harvey Moeis Turut Terseret
a month ago

PCNU Sampang Minta Kejaksaan Tak Masuk Angin Tangani Kasus Rudapaksa Anak
3 months ago

Dinsos-PPA: Hasil Pemeriksaan Sementara Menunjukkan Korban Rudapaksa 27 Pelaku di Sampang Tidak Hamil
3 months ago

Kasus Rudapaksa Anak Jadi Alarm, MUI Sampang Desak Pemerintah Evaluasi Sistem Perlindungan Korban
4 months ago





