Kisah Soibah Tinggal di Rumah Tidak Layak Huni Hingga Anak Putus Sekolah
ROMI - Tuesday, 07 November 2023 | 09:19 PM


salsabilafm.com – Hakikatnya rumah merupakan tempat tinggal yang paling nyaman untuk bernaung, berlindung dari panasnya terik matahari, berteduh dari derasnya hujan, memberikan rasa aman, tentram, dan damai menggambarkan rumahku adalah surgaku.
Malangnya, rumah tidak lagi menjadi tempat yang nyaman untuk dihuni dan ditinggali. Soibah, warga Desa Plakaran, Kecamatan Jrengik, Kabupaten Sampang, malah selalu dihantui rawa waswas dan khawatir, takut sewaktu-waktu rumah yang ia tempati roboh kemudian ambruk.
Kondisi rumah Soibah kini sangat memprihatinkan, sudah berdinding bilik bambu yang lapuk, beralas tanah liat, kayu penopang atap yang sudah tidak kuat lagi menyanggah, dan nampak jelas lobang menganga di bagian atap.
Soibah mengaku, tidak mampu memperbaiki rumahnya, penghasilannnya sebagai petani padi hanya cukup untuk biaya makan sehari-sehari. Itupun kalau cukup, sebab sawah yang ia tanami hanya sepetak tanah berukuran kecil.
"Saya hanya bertani padi, sawah saya cuma 1 dan ukuranya kecil. Saya tinggal berdua dengan anak saya yang sudah lama putus sekolah dasar, suami sudah lama pisah," ujarnya.
Seorang ibu berusia sekitar 40 tahun itu menceritakan, saat turun hujan, ia dan anaknya segera bergegas pergi ke rumah tetangga untuk sekedar menumpang tidur, sebab kondisi rumahnya sudah sangat mengkhawatirkan.
"Kalau hujan numpang ke tetangga, karena pasti basah dan takut roboh," ucapnya.
Kemudian, ia berharap semoga Pemerintah Daerah (Pemda) mau membantu memperbaiki rumahnya. Sebab, dengan kondisinya yang amat memprihatin ini, ia mengaku belum pernah tersentuh bantuan apapun.

Sekretaris Kecamatan (Sekcam) Jrengik, Khoirul Anam menyampaikan, pihaknya bersama Forkopimcam, Pemerintah Desa dan Pendamping PKH, mendatangi kediaman Ibu Soibah untuk mengetahui langsung kondisi di lapangan.
"Setelah kami lihat langsung, kondisi rumah yang bersangkutan memang sangat memprihatinkan dan sudah tidak layak huni. Sementara kami hanya bisa memberi sedikit bantuan sembako, tetapi akan kami tindak lanjuti," paparnya.
Ia menerangkan, pihak desa sebenarnya sudah mengajukan rumah tersebut untuk mendapat bantuan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), namun kenyataannya memang tidak semudah membalikkan tangan dalam prosesnya.
"Karena komdisinya seperti ini, kami Forkopimcam akan memberikan atensi khusus. Sedangkan untuk Bansos, akan kami komunikasikan ke pendamping PKH dan lainnya. Kita do'a bersama mudah-mudahan akan segera ada tindak lanjut," pungkasnya. (Romi)
Next News

Pertamina Patra Niaga Berikan Santunan Lintas Agama Serentak di 3 Provinsi
9 hours ago

Banjir Rob Rendam Kepulauan di Sumenep
9 hours ago

Gendong 15 Boneka Unta dari Arab Saudi, Jemaah Haji Asal Sampang Curi Perhatian
9 hours ago

Jamaah Haji Pamekasan Meninggal di Tanah Suci, Kemenag Dampingi Ahli Waris Urus Santunan
9 hours ago

Target 307 Ribu Ton, Produksi Garam di Sampang Baru Capai 100 Ton
10 hours ago

616 Jemaah Haji Tiba di Sampang, 2 Meninggal di Tanah Suci
10 hours ago

Pemerintah Tunggu DPR Rampungkan RUU Perampasan Aset, Supratman: Presiden Ingin Cepat Selesai
13 hours ago

Polisi Tangkap Roy Suryo dan dr Tifa atas Dugaan Kasus Fitnah Ijazah Jokowi
13 hours ago

Catat Rutenya! Ini Skema Pengalihan Arus Jelang Kedatangan Jemaah Haji Sampang
4 hours ago

Polisi Ungkap Kasus Curanmor di Robatal Sampang, 2 Pelaku Ditangkap
a day ago




