Kamis, 19 Februari 2026
Salsabila FM
Life Style

Kholil, Winner Duta Kesehatan Jawa Timur 2026: Gaungkan Gerakan Sya'ban Sehat, Ramadhan Kuat

Redaksi - Thursday, 19 February 2026 | 11:18 AM

Background
Kholil, Winner Duta Kesehatan Jawa Timur 2026: Gaungkan Gerakan Sya'ban Sehat, Ramadhan Kuat
SANTRI BERPRESTASI, MENGINSPIRASI NEGERI (Moh. Kholil untuk salsabilafm/)

Sampang – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (UNUSA), Moh. Kholil. Tak hanya menyandang gelar Winner Duta Kesehatan Jawa Timur 2026, Kholil juga dikenal sebagai santri aktif Pondok Pesantren Assirojiyyah Kajuk, Sampang. Perpaduan identitas sebagai akademisi dan santri inilah yang menjadikannya sosok muda inspiratif: berilmu, berakhlak, dan berdampak.


Bagi Kholil, kemenangan bukanlah garis akhir, melainkan titik awal pengabdian yang lebih luas. Ia meyakini bahwa sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi sesama. Prinsip itu yang terus ia pegang, baik di bangku kuliah, di pesantren, maupun di tengah masyarakat.


"Gelar ini adalah amanah. Bukan tentang selempang dan mahkota, tetapi tentang kontribusi nyata," ujarnya tegas.


Dari Pesantren untuk Kesehatan Umat



Sebagai santri yang ditempa dengan nilai keikhlasan dan kedisiplinan, Kholil membuktikan bahwa pesantren bukan hanya pusat pendidikan agama, tetapi juga kawah candradimuka lahirnya agen perubahan sosial. Di tengah padatnya aktivitas akademik dan organisasi, ia tetap aktif mengabdi serta menginisiasi program kesehatan berbasis edukasi masyarakat.


Komitmennya langsung diwujudkan tak lama setelah dinobatkan sebagai pemenang. Ia meluncurkan aksi advokasi perdana bertajuk "Sya'ban Sehat, Ramadhan Kuat."


Aksi Nyata: Edukasi Diabetes dan Cek Gula Darah Gratis



Program tersebut direalisasikan melalui kegiatan edukasi kesehatan tentang diabetes serta pemeriksaan gula darah gratis di MA An Nidhomiyah Jaddih, Bangkalan. Kegiatan ini menyasar pelajar dan masyarakat sekitar sebagai upaya meningkatkan kesadaran akan pentingnya deteksi dini penyakit tidak menular, khususnya diabetes.


Menurut Kholil, bulan Sya'ban adalah momentum persiapan fisik dan spiritual sebelum memasuki Ramadhan. "Ramadhan yang kuat dimulai dari tubuh yang sehat. Edukasi dan skrining sederhana seperti cek gula darah bisa menjadi langkah kecil dengan dampak besar," jelasnya.


Melalui pendekatan komunikatif dan edukatif, para peserta tidak hanya mendapatkan pemeriksaan kesehatan gratis, tetapi juga pemahaman mengenai pola makan seimbang, pentingnya aktivitas fisik, serta pengelolaan risiko diabetes sejak usia muda.


Santri, Mahasiswa, dan Agen Perubahan



Langkah Kholil menjadi bukti bahwa generasi muda mampu berdiri di garda terdepan isu kesehatan. Ia ingin membangun kesadaran bahwa advokasi kesehatan bukan sekadar wacana, melainkan gerakan kolektif.


Sebagai santri Pondok Assirojiyyah Kajuk Sampang, ia berharap dapat menjadi jembatan antara dunia pesantren dan dunia kesehatan modern. "Santri harus melek kesehatan. Karena menjaga kesehatan adalah bagian dari menjaga amanah kehidupan," tuturnya.


Kisah Kholil adalah pesan kuat bagi generasi muda Jawa Timur: bahwa ketekunan, nilai spiritual, dan keberanian untuk bergerak dapat melahirkan perubahan nyata. Dari pesantren, dari kampus, hingga ke tengah masyarakat. Dia membuktikan bahwa prestasi sejati adalah ketika ilmu berubah menjadi aksi.


Dengan semangat "Sya'ban Sehat, Ramadhan Kuat," Kholil tidak hanya membawa nama Jawa Timur di panggung prestasi, tetapi juga menyalakan harapan bahwa Indonesia sehat bisa dimulai dari satu langkah, satu gerakan, dan satu niat tulus untuk mengabdi.