Kepala SPPG Aengsareh Pastikan Distribusi MBG Sesuai Prosedur
Ach. Mukrim - Tuesday, 24 February 2026 | 10:16 AM


salsabilafm.com – Pengelola dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) Satuan Pelayanan Program Gizi (SPPG) Aengsareh, Sampang, menjawab pemberitaan mengenai dugaan ketidaksesuaian nilai anggaran paket makanan yang dibagikan kepada siswa.
Sebelumnya, beredar kabar yang menyoroti paket jatah tiga harian selama Ramadan untuk periode Senin hingga Rabu (23-25/2/2026). Paket senilai Rp24.000 tersebut berisi satu susu kotak, lima butir telur puyuh, dua roti kacang, buah naga, dan apel.
Kepala SPPG Aengsareh, Nuraini Rahila menegaskan, narasi yang menyebut porsi paket tidak sebanding dengan nilai anggaran adalah tidak benar. Dia memastikan seluruh komposisi menu jatah tiga hari tersebut telah melalui perhitungan matang dan sesuai regulasi.
"Apa yang diberitakan itu salah. Faktanya, menu yang dikeluhkan sudah sesuai anggaran dan dapat kami pertanggungjawabkan," tegas Nuraini, Selasa (24/2/2026).
Nuraini membeberkan, dalam mengelola program MBG pihaknya menerapkan sistem 'subsidi silang'. Mekanisme ini dilakukan untuk mengantisipasi dinamika harga bahan baku di tingkat pemasok yang kerap berfluktuasi dari prediksi awal.
Menurutnya, pengelola sering menghadapi situasi di mana harga riil pasar lebih tinggi dari prakiraan. Selain itu, risiko adanya bahan pangan yang harus disortir karena tidak layak (reject), seperti buah-buahan, menuntut biaya tambahan yang tidak terduga.
"Subsidi silang maksudnya jika anggaran minus di satu menu, kami harus bisa menutupi di menu berikutnya. Sebaliknya, jika ada sisa, kami maksimalkan lagi ke menu selanjutnya agar dalam satu periode anggaran tetap sinkron dengan arahan Badan Gizi Nasional (BGN)," tuturnya.
Dia juga menyayangkan munculnya pemberitaan di media online tanpa adanya konfirmasi atau verifikasi kepada pihak dapur. Nuraini menilai informasi yang beredar saat ini bersifat sepihak dan memicu persepsi keliru.
"Berita yang diangkat belum ada konfirmasi ke pihak dapur. Hanya menerima informasi sepihak dan langsung di-up," sesal Nuraini.
Dia memastikan, secara akumulatif, total nilai gizi dan biaya yang dikeluarkan dalam satu periode tidak melanggar pagu anggaran yang telah ditetapkan pemerintah.
"Kami siap diaudit dan terus berkomitmen menjaga kualitas serta amanah program nasional ini di wilayah Sampang," tegas Nuraini. (Mukrim)
Next News

Warga Pamekasan Diringkus Polisi di Sampang, Diduga Tipu Lansia Rp11 Juta
a day ago

2 Kades di Bangkalan Diperiksa KPK, Diduga Terkait Korupsi Dana Hibah Pokmas Jatim
a day ago

Kemenhaj Pamekasan Ingatkan Jamaah Haji Tidak Jualan Rokok di Tanah Suci
a day ago

Harga Air Minum Dalam Kemasan Melonjak Imbas Kenaikan Plastik
a day ago

Satgas MBG Larang Pengelola SPPG di Sampang Buang Limbah ke Lahan Pertanian
a day ago

Investigasi LPG 3 Kg, Pemkab Sampang: 7 Pangkalan Lakukan Pelanggaran
a day ago

Kemenhaj Sampang Pastikan Keberangkatan Jemaah Haji 2026 Tak Terimbas Konflik Timur Tengah
a day ago

Harga BBM Pesawat Melambung, Kemenhaj Sampang: Embarkasi Kita Turun Rp400 Ribu
a day ago

LPG 3 Kg di Pamekasan Langka, Pemkab Duga Akibat Ulah Oknum Pengecer
2 days ago

Nelayan Bangkalan Ditemukan Tewas, Tinggalkan Perahu Penuh Ikan
2 days ago




