Rabu, 14 Oktober 2026
Salsabila FM
Lintas Berita

Kadindik Jatim Nilai Wacana Tidak Otomatis Naik Kelas Dorong Murid Lebih Giat Belajar

Redaksi - Wednesday, 14 October 2026 | 12:55 PM

Background
Kadindik Jatim Nilai Wacana Tidak Otomatis Naik Kelas Dorong Murid Lebih Giat Belajar
Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, Aries Agung Paewai. (Istimewa/)

salsabilafm.com - Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, Aries Agung Paewai, menilai wacana penerapan sistem tidak otomatis naik kelas yang disampaikan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) dapat mendorong murid lebih giat belajar dan meningkatkan keseriusan dalam mengikuti proses pendidikan.


Menurut Aries, adanya tantangan dalam pembelajaran dapat membangun motivasi murid untuk berusaha mencapai setiap tahapan pendidikan yang harus dilalui.


"Kalau tidak ada tantangan, ya mereka mungkin biasa, mereka merasa menggampangkan. Akhirnya mereka mungkin naik kelas dengan sendirinya, otomatis," kata Aries di Surabaya, Selasa (13/10/2026).




Dia menegaskan, wacana tersebut bukan dimaksudkan untuk menghambat perkembangan murid, melainkan mendorong mereka memiliki kemauan belajar, berusaha, dan bekerja keras selama menempuh pendidikan.


Menurutnya, setiap jenjang pendidikan memiliki tahapan pembelajaran yang perlu dijalani. Murid SMA atau SMK, misalnya, diharapkan mampu mengikuti proses pembelajaran selama tiga tahun dan mencapai kompetensi yang dibutuhkan pada setiap tahap.




Aries juga mengaitkan penguatan proses pembelajaran dengan capaian literasi dan numerasi yang masih perlu ditingkatkan. Dia berharap dorongan agar murid lebih serius belajar dapat membantu mengejar ketertinggalan dalam dua kemampuan dasar tersebut.


"Jadi niatan Pak Menteri itu bukan bermaksud untuk menghambat anak-anak kita untuk tumbuh berkembang. Tidak, malah itulah proses yang diharapkan, anak-anak kita semakin berjuang, ada usaha, ada kerja keras yang diharapkan dari anak-anak kita," ujarnya.


Aries berharap penguatan proses pembelajaran dapat membantu murid berkembang sesuai dengan tahapan pendidikan yang dijalani.




Sementara itu, wacana penerapan sistem tidak otomatis naik kelas yang disampaikan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu'ti, masih perlu dibahas lebih lanjut sebelum ditetapkan menjadi kebijakan.(*)