Jembatan di Sampang Ambruk, BPBD Ajukan Perbaikan ke Pemprov Rp500 Juta
Ach. Mukrim - Friday, 31 October 2025 | 04:22 PM


salsabilafm.com – Bencana alam kembali melanda Kabupaten Sampang setelah hujan deras mengguyur wilayah tersebut selama sekitar lima jam. Akibat derasnya curah hujan, sebuah jembatan vital di Dusun Bungcarba, Desa Karang Penang Oloh, Kecamatan Karang Penang, ambruk total pada Kamis (30/10/2025) siang.
Jembatan sepanjang sekitar 14 x 3 meter itu merupakan satu-satunya jalur penghubung utama bagi warga setempat. Ambruknya jembatan membuat akses transportasi warga terputus dan sejumlah dusun di sekitar lokasi menjadi terisolasi.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sampang, Fajar Arif Taufikurrahman, membenarkan kejadian tersebut. Ia mengatakan, pihaknya telah turun langsung ke lokasi dan segera melakukan koordinasi dengan pemerintah provinsi untuk penanganan darurat.
"Kami sudah turun ke lapangan dan langsung berkoordinasi dengan BPBD Provinsi Jawa Timur. Sebelumnya kami juga pernah mengajukan usulan perbaikan ke provinsi, namun karena anggaran terbatas, belum bisa direalisasikan. Setelah kejadian ini, kami diminta untuk mengajukan proposal baru untuk penanganan darurat," katanya, Jumat (31/10/2025).
Menurutnya, jembatan tersebut tidak hanya rusak sebagian, melainkan ambruk total, sehingga diperlukan pembangunan ulang. Estimasi anggaran yang dibutuhkan mencapai Rp300 hingga Rp500 juta.
"Kerusakannya cukup parah, jadi bukan sekadar perbaikan tapi harus dibangun ulang. Dengan panjang sekitar 12 meter dan lebar 3 meter, biayanya diperkirakan mencapai 500 juta rupiah," jelasnya.
Sambil menunggu kepastian anggaran dari Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim) BPBD Sampang berencana membangun jembatan darurat menggunakan besi PF sebagai akses sementara bagi warga. Namun, jembatan darurat tersebut hanya akan bisa dilalui oleh kendaraan roda dua dan pejalan kaki.
"Kami sudah berkoordinasi dengan BPKAD untuk mengupayakan jembatan darurat. Kalau pun ada, itu hanya bisa dilalui sepeda motor dan pejalan kaki, belum bisa untuk mobil," tambahnya.
Meskipun sebagian wilayah terdampak sempat terisolasi, Fajar menegaskan masih ada jalur alternatif yang bisa digunakan warga meski harus memutar sekitar satu kilometer. Pihaknya juga mengimbau, masyarakat agar tidak mendekati lokasi jembatan yang ambruk karena masih berpotensi terjadi longsor susulan, mengingat curah hujan di wilayah tersebut masih tinggi.
"Kami mengingatkan warga agar tidak mendekat ke area jembatan karena kondisi tanah di sekitar sungai masih labil dan berisiko longsor," pungkasnya. (Mukrim)
Next News

26 Dapur MBG di Sampang Disetop Sementara, BGN Temukan Ketidakberesan Laporan Dana
15 hours ago

Gerebek Pulau Mandangin, Polisi Amankan 3 Terduga Pengedar Narkoba
15 hours ago

Pohon Tumbang Timpa Sepeda Motor dan Tutup Akses Jalan di Robatal Sampang
15 hours ago

Perkuat Ekonomi Lokal, Pemkab Sampang Gandeng Indomaret Pasarkan Produk UMKM
15 hours ago

Lepas Sambut, Letkol Herru: Saya Merasa Terhormat Jadi Bagian dari Kodim 0828/Sampang
15 hours ago

Pembalut Masih Dikenai PPN, DJP: Beban Pajak Efektif Setara 11 Persen
19 hours ago

Luar Biasa! Gita Nada Idaman AL-Munawarah Borong 6 Piala di WMC Season 5 Se-Jawa Timur
2 days ago

Balap Liar di JLS Sampang, 36 Sepeda Motor Diamankan Polisi
2 days ago

Melihat Sampang dari Seberang Jalan: Menggugat Pendidikan dan Ruang Perempuan Lewat Diskusi Literasi
2 days ago

MUI dan HMI Bangkalan Gelar Bedah Buku Etika Pengolahan Air Limbah
2 days ago





