Jalur Nasional Sampang-Bangkalan Banjir, Kendaraan Diimbau Tak Melintas
Ach. Mukrim - Tuesday, 12 March 2024 | 04:21 PM


salsabilafm.com – Diguyur hujan selama Sebelas jam, Sungai di Desa Panyepen, Kecamatan Jrengik, Kabuaten Sampang, Madura, Jawa Timur meluap ke Jalan raya poros Nasional hingga ke ratusan pemukiman rumah warga. Selasa (11/3/2024)
Banjir terjadi pasca hujan deras mulai pukul 03.30Wib s/d 13.00. Wib di wilayah kabupaten sampang khususnya di kecamatan Banyuates dan Tambelangan.
Hamdani warga setempat mengatakan, adanya hujan deras di kabupaten Sampang menyebabkan debit air sungai Penyepen meluap ke permukiman warga, termasuk ruas jalan raya di Kecamatan Jrengik.
"Hujan dari tadi malam mas dari jam 03.30 sampai dengan saat ini masih belum reda apalagi hujan saat ini merata terutama di dua kecamatan Banyuates dan tambelangan, sehingga air mengalir dan sungai panyepen menjadi meluap," ujarnya.
Pantaun Salsabilafm.com di lokasi, Pengendara dari dua arah berlawanan baik roda dua maupun roda empat tidak berani menerjang banjir. Meski ada beberapa pengendara yang berani menerobosnya.
Semetara itu, Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pemkab Sampang Candra Romadhani menyatakan, pihaknya telah menerjunkan tim gabungan ke lokasi bencana, guna memantau perkembangan situasi terkini, sekaligus mendata warga sekitar yang terdampak banjir.
"Petugas keamanan dari unsur kepolisian, yakni Satuan Lalu Lintas Polres Sampang juga sudah berada di lokasi, untuk mengatur arus lalu lintas," katanya.
Ia juga menyebutkan selama ini lokasi tersebut salah satu daerah yang berpotensi banjir. Hal ini disebabkan cuaca hujan saat musim hujan relatif cukup tinggi.
"Sekarang ini memang masuk musim hujan dan cuaca ekstrem dengan intensitas hujan cukup tinggi. Sehingga daerah yang berpotensi banjir ada di tepi sungai," ungkapnya
Ia menjelaskan, banjir ini disebabkan hujan deras di wilayah utara Kecamatan Tambelangan Sampang dan Kecamatan Konang Bangkalan. Sehingga Sungai Konang ini tak mampu menampung debit air.
Sehingga luapan air masuk ke sawah dan pemukiman warga. Selain merendam sawah dan pemukiman warga, akses jalan nasional Sampang-Bangkalan Luapan air mulai masuk pagi sekitar pukul 08.00 WIB. Dia menerangkan soal kondisi air saat ini terlihat memiliki kedalaman selutut orang dewasa dan terlihat membanjiri jalan.
"Kami mengimbau agar kendaraan tidak melintas terlebih dahulu. Sementara waktu, menunggu airnya turun. Masyarakat harus berhati-hati dan bisa menghadapi cuaca ekstrem saat ini," pungkasnya. ( Mukrim )
Next News

26 Dapur MBG di Sampang Disetop Sementara, BGN Temukan Ketidakberesan Laporan Dana
6 hours ago

Gerebek Pulau Mandangin, Polisi Amankan 3 Terduga Pengedar Narkoba
6 hours ago

Pohon Tumbang Timpa Sepeda Motor dan Tutup Akses Jalan di Robatal Sampang
6 hours ago

Perkuat Ekonomi Lokal, Pemkab Sampang Gandeng Indomaret Pasarkan Produk UMKM
6 hours ago

Lepas Sambut, Letkol Herru: Saya Merasa Terhormat Jadi Bagian dari Kodim 0828/Sampang
6 hours ago

Pembalut Masih Dikenai PPN, DJP: Beban Pajak Efektif Setara 11 Persen
10 hours ago

Luar Biasa! Gita Nada Idaman AL-Munawarah Borong 6 Piala di WMC Season 5 Se-Jawa Timur
a day ago

Balap Liar di JLS Sampang, 36 Sepeda Motor Diamankan Polisi
a day ago

Melihat Sampang dari Seberang Jalan: Menggugat Pendidikan dan Ruang Perempuan Lewat Diskusi Literasi
a day ago

MUI dan HMI Bangkalan Gelar Bedah Buku Etika Pengolahan Air Limbah
a day ago





