Budayawan: 4 Kabupaten di Madura yang Tidak Punya Museum Hanya Sampang
Ach. Mukrim - Sunday, 11 January 2026 | 10:37 AM


salsabilafm.com - Kondisi pelestarian cagar budaya di Kabupaten Sampang menjadi sorotan tajam. Budayawan setempat, R. Tumenggung Bustomi Irwan Kurniadi Jati Budoyo, mengungkapkan keprihatinannya atas minimnya perhatian pemerintah daerah terhadap benda-benda bersejarah, termasuk ketiadaan museum yang representatif.
Bustomi menyebutkan, dari empat kabupaten di Pulau Madura, hanya Sampang yang hingga saat ini belum memiliki museum yang memadai. Hal ini dianggap sebagai ketertinggalan dalam upaya menjaga identitas sejarah daerah.
"Empat kabupaten di Madura yang tidak punya museum hanya Sampang," tegasnya, Minggu (11/1/2025).
Dia juga mengkritik keberadaan museum mini di Kelurahan Polagan yang dinilai belum menjalankan fungsinya dengan baik. Menurutnya, isi dari museum tersebut masih sangat terbatas dan belum merepresentasikan kekayaan peninggalan kuno Sampang.
"Isinya hanya foto-foto bupati-bupati, yang seperti itu," ujarnya.
Lebih lanjut, Bustomi menyoroti banyaknya artefak penting yang justru ditemukan berserakan di lokasi terbuka tanpa perlindungan. Dia mencontohkan temuan prasasti di kawasan makam Pangeran Mangkubumi serta bagian atas pintu gerbang dan tulisan angka Saka di Makam Panjilaras yang kondisinya sangat memprihatinkan.
"Benda-benda itu kalau dipelihara sekarang hanya tergeletak saja tanpa bangunan pelindung," ungkapnya.
Menanggapi kritik tersebut, Kepala Bidang Kebudayaan Disporabudpar Sampang, Abdul Basith, memberikan klarifikasi. Dia mengklaim, Sampang sebenarnya sudah memiliki museum, meski statusnya masih museum mini dan masih membutuhkan banyak pembenahan. Dia juga mengakui keterbatasan anggaran menjadi kendala utama dalam pengembangan fasilitas tersebut.
"Kami akui pengembangannya masih terbatas karena anggaran yang minim. Namun, perbaikan akan dilakukan bertahap, baik dari segi penataan koleksi maupun bangunan," jelasnya.
Pemerintah Kabupaten Sampang, kata dia, menargetkan museum mini tersebut nantinya dapat berfungsi optimal sebagai sarana edukasi bagi masyarakat sekaligus daya tarik wisata budaya di pusat kota.
"Kami ingin museum ini menjadi simbol kebanggaan dan pelestarian budaya Sampang, bukan sekadar bangunan yang dilupakan," pungkasnya. (Mukrim).
Next News

Pria di Pamekasan Diamankan Polisi, Tidak Bayar saat Belanja di Toko Kelontong
19 hours ago

Polisi Tangkap 3 Pengedar Sabu di Sumenep, Barang Bukti 0,62 Gram
19 hours ago

Sumur Bor Keluar Gas, ESDA Sumenep ke Lokasi Ambil Sampel Air
19 hours ago

8.187 KPM di Bangkalan Terindikasi Judi Online, 445 Ajukan Sanggah untuk Reaktivasi
19 hours ago

Prabowo Sebut Pemerintah Pusat Akan Ambil Alih Pengangkatan Guru
19 hours ago

Prabowo Sebut Kebocoran Ekspor Indonesia Capai Rp15.000 Triliun
19 hours ago

Pemuda 20 Tahun Ditemukan Meninggal Gantung Diri di Kamar Mandi
19 hours ago

Nenek Hilang di Sampang Akhirnya Ditemukan Meninggal
19 hours ago

Prabowo Soroti Birokrat yang Disebut sebagai Deep State
19 hours ago

Alokasi Pupuk Bersubsidi 2026 di Sampang Meningkat
2 days ago





