Senin, 2 Maret 2026
Salsabila FM
Lintas Berita

Iran Larang Kapal Melintas di Selat Hormuz, AS Keluarkan Peringatan Maritim

Redaksi - Sunday, 01 March 2026 | 08:47 AM

Background
Iran Larang Kapal Melintas di Selat Hormuz, AS Keluarkan Peringatan Maritim
Iran Larang Kapal Melintas di Selat Hormuz, AS Keluarkan Peringatan Maritim ( Istimewa/)


salsabilafm.com – Ketegangan di Timur Tengah kembali meningkat setelah Iran dilaporkan melarang kapal-kapal melintas di Selat Hormuz, Minggu (1/3/2026). Selat ini merupakan jalur pelayaran strategis yang menjadi urat nadi distribusi minyak dunia. 


Menanggapi situasi tersebut, pemerintah Amerika Serikat mengeluarkan peringatan resmi kepada kapal komersial agar menjauhi kawasan itu demi alasan keamanan.


Seorang pejabat misi Angkatan Laut Uni Eropa, Operation Aspides, mengatakan, sejumlah kapal menerima transmisi radio VHF dari Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC) yang menyatakan tidak ada kapal diizinkan melintasi Selat Hormuz.


Pejabat yang berbicara kepada Reuters secara anonim itu menyebut Iran belum mengeluarkan konfirmasi resmi terkait kebijakan tersebut. Namun, Teheran selama ini kerap menyampaikan ancaman penutupan jalur laut sempit itu sebagai respons atas tekanan maupun serangan terhadap Republik Islam Iran.


Selat Hormuz sendiri menghubungkan produsen minyak utama di kawasan Teluk seperti Arab Saudi, Iran, Irak, dan Uni Emirat Arab dengan Teluk Oman serta Laut Arab. Sekitar seperlima pasokan minyak dunia melintasi jalur ini setiap hari.


Melansir Anadolu Agency, Departemen Transportasi AS melalui Maritime Administration mengeluarkan peringatan maritim kepada kapal berbendera AS untuk menghindari Selat Hormuz dan perairan sekitarnya.


Dalam pemberitahuan resmi yang dirilis Sabtu, otoritas AS menyebut operasi militer telah berlangsung sejak 28 Februari di kawasan Selat Hormuz, Teluk Persia, Teluk Oman, hingga Laut Arab. Kondisi tersebut dinilai berpotensi memicu serangan balasan dari pasukan Iran.


Otoritas AS merekomendasikan kapal komersial menjauhi area konflik jika memungkinkan. Kapal berbendera, milik, maupun awak asal Amerika Serikat juga diminta menjaga jarak minimal 30 mil laut dari kapal militer AS guna menghindari salah identifikasi.


Peringatan yang berlaku hingga 7 Maret itu turut meminta operator kapal tetap berkoordinasi dengan Naval Forces Central Command serta memantau pembaruan dari UK Maritime Trade Operations dan Joint Maritime Information Center.

Para pelaut juga diimbau menerapkan langkah mitigasi risiko sesuai Maritime Advisory 2026-001, termasuk mengantisipasi potensi inspeksi, penahanan, atau penyitaan kapal oleh otoritas Iran di Selat Hormuz dan Teluk Oman.


Situasi keamanan kawasan meningkat tajam setelah Israel dan Amerika Serikat melancarkan serangan terhadap Iran pada Sabtu dini hari dengan alasan menghilangkan ancaman dari rezim Teheran.


Serangan tersebut terjadi di tengah perundingan nuklir antara Washington dan Teheran yang dimediasi Oman. Putaran terbaru pembicaraan yang digelar di Jenewa sebelumnya dilaporkan baru saja berakhir pada Kamis (26/2/2026). 


Sebelumnya, Israel juga pernah terlibat konflik bersenjata selama 12 hari melawan Iran pada Juni tahun lalu, yang kemudian diikuti keterlibatan Amerika Serikat melalui serangan terhadap tiga fasilitas nuklir Iran. (*)