Ikuti Ponpes Al Karawi, Warga Desa di Sumenep Mulai Puasa Ramadan Hari Ini
Redaksi - Tuesday, 17 February 2026 | 06:47 AM


salsabilafm.com - Lebih dari seribu warga di Desa Ketawang Karay, Kecamatan Ganding, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, telah resmi memulai ibadah puasa Ramadhan 1447 Hijriah hari ini, Selasa (17/2/2026). Penetapan ini mendahului jadwal resmi yang akan diputuskan Pemerintah melalui Sidang Isbat.
Pelaksanaan puasa lebih awal tersebut merupakan tradisi turun-temurun warga setempat yang merujuk pada ketentuan Pondok Pesantren Al Karawi. Pesantren ini dikenal sebagai salah satu institusi pendidikan Islam tertua dan paling dihormati di wilayah Kecamatan Ganding.
Hefdi, salah seorang warga setempat, mengonfirmasi bahwa mayoritas penduduk desa sudah menjalankan ibadah puasa sejak fajar menyingsing.
"Iya, sudah mulai puasa hari ini. Biasanya memang ikut keputusan ponpes," kata Hefdi, Selasa (17/2/2026).
Menurut Hefdi, perbedaan awal Ramadan antara warga Desa Ketawang Karay dengan pemerintah pusat sudah sering terjadi dalam beberapa tahun terakhir. Bahkan, penentuan Hari Raya Idul Fitri pun terkadang dilakukan lebih awal.
"Sudah biasa. Dari dulu memang begitu. Warga di sini ikut (hitungan) dari ponpes," tambahnya.
Sebagai pesantren yang memegang teguh tradisi, Al Karawi memiliki metode perhitungan mandiri menggunakan rujukan kitab hisab kuno. Meski menggunakan metode hisab, perhitungannya berbeda dengan yang digunakan oleh organisasi Muhammadiyah.
Uniknya, pesantren ini juga sudah mengadopsi teknologi digital dalam bentuk aplikasi kalender hijriah internal yang dikenal dengan nama Durusul Falakiyah. Selain itu, terdapat aplikasi jam istiwak yang disesuaikan dengan koordinat lokasi setempat.
"Kalau di sini memang pakai hitungan sendiri. Bahkan awal Ramadan tahun depan pun sudah bisa diketahui dari sekarang," ungkap Hefdi.
Kepala Desa Ketawang Karay, Hairuddin, menyebutkan, pengikut keputusan Ponpes Al Karawi mencapai lebih dari 2.000 orang. Mereka tersebar di beberapa wilayah seperti Karay, Sobuk, Jempareng, hingga Campaka.
"Memang sudah biasa puasa lebih awal. Tidak ada masalah," ujar Hairuddin.
Pihak desa menegaskan bahwa perbedaan penentuan awal bulan suci ini tidak pernah memicu konflik. Masyarakat Sumenep, khususnya di Kecamatan Ganding, menjunjung tinggi sikap saling menghargai terhadap keyakinan masing-masing kelompok.
"Di sini sudah saling paham. Tidak pernah ada gesekan. Semua saling menghormati," tutupnya. (*)
Next News

Kecelakaan Mobil Vs Sepeda Motor di Pamekasan, 1 Meninggal Dunia
9 hours ago

Diduga Sopir Microsleep, Avanza tabrak Truk dan Inova di Bangkalan
9 hours ago

Modus Ajari Nyetir Motor, Paman di Bangkalan Setubuhi Keponakan
9 hours ago

KJRI Jeddah Tangani Kasus Jemaah Haji Indonesia yang Rekam Perempuan Tanpa Izin
10 hours ago

Pelatihan Kerja Tahap Pertama di Sampang Selesai, 60 Peserta Dinyatakan Kompeten
10 hours ago

Korban Meninggal Kecelakaan Mobil Vs Motor di Pamekasan Bertambah Jadi 2 Orang
10 hours ago

Prabowo: MBG Masih Banyak Masalah, Kita Harus Tertibkan
10 hours ago

Tanggapi Santai Pelemahan Rupiah, Prabowo: Orang Desa Enggak Pakai Dolar
10 hours ago

Kecam Pembubaran Nobar Film 'Pesta Babi', PPMI: Hentikan Segala Intimidasi
6 hours ago

Mahasiswa dan Warga Sampang Nobar Film 'Pesta Babi'
7 hours ago




