Harga Plastik Melonjak 70 Persen, Diskopindag Sampang Imbau UMKM Beralih ke Paper Cup
Ach. Mukrim - Tuesday, 07 April 2026 | 07:36 AM


salsabilafm.com - Lonjakan harga plastik yang mencapai 50 hingga 70 persen mulai memicu keresahan para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kabupaten Sampang, Jawa Timur. Kenaikan tajam ini dipicu oleh kelangkaan pasokan bahan baku petrokimia akibat memanasnya konflik di Timur Tengah.
Pantauan salsabilafm.com, di sejumlah pasar tradisional Kabupaten Sampang, plastik kiloan yang biasanya dibanderol kisaran Rp10.000, kini menyentuh harga Rp15.000 hingga Rp17.000 per kilogram. Bahkan, beberapa jenis plastik kemasan per pak telah menembus angka Rp30.000.
Kepala Bidang (Kabid) Koperasi dan Usaha Mikro Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskopindag) Kabupaten Sampang, Ermeni Wati, mengungkapkan, kenaikan harga ini merupakan imbas langsung dari terganggunya rantai pasok global.
"Harga plastik naik karena bahan bakunya, yaitu nafta, mengalami kenaikan harga akibat kelangkaan pasokan. Pasokan kita memang dari luar negeri, ini efek konflik Timur Tengah, serangan Amerika dan Israel ke Iran," katanya, Selasa (6/4/2026).
Ermeni menjelaskan, posisi Indonesia yang masih bergantung pada impor biji plastik dari kawasan Timur Tengah membuat harga di tingkat daerah sangat rentan terhadap gejolak geopolitik. Hingga saat ini, pihaknya mengaku belum bisa memprediksi kapan harga akan kembali stabil.
"Kami tidak bisa memprediksi kapan harga normal kembali, kemungkinan menunggu pasokannya stabil lagi. Untuk langkah di Sampang, kami masih menunggu arahan dari Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Pusat," jelasnya.
Menurut dia, kenaikan paling dirasakan oleh pelaku usaha Makanan dan Minuman (Mamin). Dia menyebut banyak pelaku usaha yang mulai mengeluhkan tingginya biaya produksi, terutama untuk komponen kemasan seperti gelas plastik.
Namun, kata dia, plastik bukanlah kebutuhan pokok yang tidak memiliki pengganti. Diskopindag Sampang pun mengimbau para pelaku UMKM untuk mulai melakukan substitusi atau mencari bahan alternatif.
"Kami imbau teman-teman untuk mengurangi pemakaian plastik, bisa beralih ke paper cup atau penggunaan tumbler. Kami arahkan pelaku usaha yang sebelumnya memakai gelas plastik untuk pindah ke kemasan kertas," tegasnya.
Di sisi lain, Pemerintah Kabupaten Sampang melihat lonjakan harga ini sebagai momentum untuk menekan volume sampah plastik di wilayahnya. Mahalnya harga kantong plastik di pasar diharapkan dapat mengubah perilaku konsumsi masyarakat secara natural.
"Dengan adanya kondisi ini, Sampang sebenarnya diuntungkan karena sampah plastik bisa berkurang. Kami imbau masyarakat untuk membawa tas belanja sendiri dari rumah," pungkasnya. (Mukrim)
Next News

Harga Plastik Naik, Penjual Minuman di Bangkalan Terpaksa Naikkan Harga
12 hours ago

Antisipasi Kemarau Panjang, 29 Desa di Bangkalan Masuk Prioritas Bantuan Air Bersih
12 hours ago

Angin Kencang Robohkan Tenda Hajatan di Bangkalan
12 hours ago

Campak Capai 90 Kasus, Dinkes Sampang Tingkatkan Kewaspadaan dan Sosialisasi
15 hours ago

Sah! Inayah Wahid Putri Gus Dur Menikah dengan Kiai Muda Asal Sumenep
15 hours ago

Baru 5 Perusahaan Tambang yang Kantongi Izin di Sampang, PMII Desak ESDM Jatim Perketat Pengawasan
15 hours ago

Camplong dan Jrengik Jadi Titik Rawan Laka, Polisi Perketat Patroli Malam
15 hours ago

Diduga Sopir Mengantuk, Truk Terperosok ke Sawah di Sampang
15 hours ago

Ambulans Angkut Jenazah Kecelakaan di Bangkalan, 1 Orang Pemotor Tewas
15 hours ago

Pertamina Patra Niaga Resmi Tutup Satgas RAFI 2026, Layani Jutaan Pemudik di Jatim
16 hours ago





