Gegara Akreditasi, 30 PAUD di Sampang Ditutup dan Insentif Guru Disetop
Ach. Mukrim - Thursday, 18 December 2025 | 07:15 PM


salsabilafm.com – Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Sampang mengambil langkah tegas dengan menutup operasional 30 lembaga Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) per Desember 2025. Penutupan dilakukan setelah puluhan lembaga tersebut menyatakan tidak sanggup memenuhi kewajiban akreditasi.
Selain penutupan izin operasional, Pemerintah Kabupaten Sampang juga resmi menghentikan penyaluran dana insentif bagi para pengajar di lembaga-lembaga tersebut.
Kepala Bidang PAUD dan PNFI Disdik Sampang, Dewi Trisna, menjelaskan, sanksi ini merupakan tindak lanjut dari regulasi Badan Akreditasi Nasional Pendidikan Dasar dan Menengah (BAN PDM). Menurutnya, upaya persuasi telah dilakukan sejak tahun 2023, namun tidak diindahkan oleh pengelola lembaga yang bersangkutan.
"Kami sudah memberikan pemahaman sejak 2023-2024 tentang pentingnya akreditasi, namun masih ada yang mencari celah untuk menghindar. Tahun ini (2025) kami bersikap tegas, bagi yang enggan mengurus akreditasi, insentif gurunya tidak dicairkan dan lembaganya dinonaktifkan," katanya, Kamis (17/12/2025).
Dewi menjelaskan, kendala utama yang dihadapi di lapangan adalah adanya stigma bahwa proses akreditasi bersifat rumit dan memerlukan biaya besar. Padahal, menurutnya, sistem akreditasi saat ini sudah berbasis digital dan tidak dipungut biaya alias gratis.
"Akreditasi masih dijadikan momok yang menakutkan bagi sebagian lembaga. Mereka menganggap mahal mungkin karena budaya sebelumnya berbayar. Sedangkan sekarang gratis, karena semua sudah berbasis digital," jelasnya.
Dewi menambahkan, akreditasi merupakan instrumen wajib untuk memotret kelayakan sebuah lembaga pendidikan dalam memberikan layanan mutu yang terjamin kepada masyarakat. Pihaknya menilai akreditasi bukan sekadar administratif, melainkan potret kelayakan layanan pendidikan.
"Kami ingin memastikan setiap anak di Sampang mendapatkan jaminan mutu pendidikan yang layak," tambahnya.
Dia mengaku meski melakukan penutupan massal, pihak justru mendapat apresiasi dari BAN PDM Jawa Timur melalui inovasi bertajuk Sampang Tuntas Akreditasi Pendidikan Anak Usia Dini (AKSI PAUD). Pihaknya diundang secara khusus untuk memaparkan hal tersebut. Program AKSI PAUD dinilai sukses melakukan gerakan masif dalam penguatan kelembagaan di tingkat daerah.
"kami mendapat penghargaan diundang ke sana untuk memaparkan praktik baik Sampang yang bisa melakukan gerakan yang masif untuk menunjukkan penguatan kelembagaan," ujarnya.
Dari total 994 lembaga PAUD di wilayah tersebut, sebanyak 704 lembaga telah terakreditasi, sementara 260 lainnya masih dalam proses. Sisanya, yakni 30 lembaga, resmi ditutup setelah pengelola menyatakan menyerah dalam mengurus proses akreditasi.
"Jumlah 290 kemarin sudah berproses, dan sudah ada yang menyatakan bahwa dia tidak sanggup, sehingga saya tutup. Saya sudah menutup sebanyak 30 lembaga," pungkas Dewi. (Mukrim)
Next News

Puluhan Siswa SD Ambruk di Bangkalan Numpang Belajar di Gedung Madrasah Diniyah
in 5 hours

Baru Menang Kejurnas, Kuda Pacu Asal Sulsel Hangus di Kapal Mutiara Sentosa 2
in 5 hours

62 Korban Kapal Terbakar Dibawa ke Surabaya, 28 Orang Belum Ditemukan
in 5 hours

Omzet Penjual Bendera di Sampang Turun, Warga Lebih Memilih Beli Online
a day ago

Target Selesai Juni, Proyek Gedung Poltera Senilai Rp59 Miliar Baru Capai 85 Persen
a day ago

Peserta Lomba Gerak Jalan di Sampang Dibatasi untuk Pelajar, Kategori Umum Ditiadakan
a day ago

Koalisi Jurnalis dan Masyarakat Sipil Surabaya Kecam Pelabelan 'Londo Ireng' oleh Presiden Prabowo Subianto
a day ago

SPPG dan KDKMP di Sampang Belum Urus PBG, Dinas PUPR: Kami Sudah Surati Mereka
a day ago

PAD PBG Sampang Capai 83 Persen, Dinas PUPR Optimis Tembus Rp1 Miliar
a day ago

BPBD Sampang Selidiki Suara Gemuruh Air Misterius di Area Persawahan Warga
a day ago





