Disnaker Sampang Tegaskan Pengiriman PMI ke Timur Tengah Berjalan Normal
Ach. Mukrim - Friday, 10 April 2026 | 06:58 AM


salsabilafm.com - Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kabupaten Sampang menegaskan layanan pemberangkatan Pekerja Migran Indonesia (PMI) ke kawasan Timur Tengah tetap berjalan normal, meski eskalasi konflik di wilayah tersebut terus memanas
Bahkan, pada tahun 2026, puluhan PMI asal Sampang tercatat sudah berangkat ke sejumlah negara di kawasan Timur Tengah.
Kepala Bidang (Kabid) Penempatan, Perluasan Tenaga Kerja, dan Transmigrasi Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kabupaten Sampang, Uriantono Triwibowo, menegaskan, hingga saat ini belum ada instruksi resmi dari pemerintah pusat untuk menghentikan maupun membatasi pengiriman PMI ke Timur Tengah.
"Pelayanan PMI ke Timur Tengah tetap dibuka. Tidak ada perintah atau surat dari kementerian PMI. Jadi tetap berjalan dan tidak ada imbauan," katanya, Jum'at (10/4/20226).
Menurutnya, hal itu karena belum ada regulasi baru dari kementerian yang berwenang. Karena itu, pelayanan terhadap calon PMI tetap dilaksanakan sebagaimana mestinya.
Menurut dia, saat ini, tercatat sebanyak 481 PMI asal Kabupaten Sampang bekerja di negara-negara Timur Tengah melalui jalur resmi atau legal. Data tersebut merupakan akumulasi selama tiga tahun terakhir.
Rinciannya, 409 orang di Arab Saudi, 1 orang di Qatar, 2 orang di Yordania, 2 orang di Uni Emirat Arab, dan 67 orang di Turki.
"Untuk PMI Sampang di Negara Iran maupun di Israel, itu tidak ada yang bekerja di sana. Terbanyak warga Sampang bekerja di Arab Saudi. Sedangkan jumlah PMI sebanyak 481 orang itu, merupakan merupakan data tiga tahun terakhir, sejak 2023-2025 lalu dan merupakan TKI legal atau resmi yang terdaftar di Disnaker Sampang. Kemudian di tahun 2026 ini sejak Januari-Maret, sekitar 80 orang PMI yang sudah berangkat ke Timur Tengah," bebernya.
Dia menambahkan, mayoritas PMI asal Kabupaten Sampang memang masih memilih Arab Saudi sebagai negara tujuan utama untuk bekerja. Sementara itu, untuk Iran, hingga saat ini tidak ada warga Sampang yang tercatat bekerja di negara tersebut.
"Terbanyak PMI Sampang di Arab Saudi. Kalau di Iran tidak ada," pungkasnya. (Mukrim)
Next News

Kecam Pembubaran Nobar Film 'Pesta Babi', PPMI: Hentikan Segala Intimidasi
in 4 hours

Mahasiswa dan Warga Sampang Nobar Film 'Pesta Babi'
in 2 hours

Mr X yang Meninggal di Jembatan Laris Sampang Akhirnya Terungkap
in 2 hours

4 Petugas RSUD Dr. Soetomo Surabaya Sesak Napas saat Tolong Pasien
a day ago

Kebakaran RSUD Dr Soetomo Surabaya, 1 Pasien Dilaporkan Meninggal
a day ago

5 Ekor Sapi Mati Mendadak di Kepulauan Sumenep, Diduga Terdampak Virus PMK
a day ago

Pikap Terbakar di Pamekasan, Pengendara Panik
a day ago

Pemotongan Sapi Betina Produktif Marak di Pamekasan, Populasi Terancam
a day ago

Bea Cukai Perketat Pengawasan Rokok Ilegal di Madura
a day ago

Pembinaan Petugas Haji di Sektor 2 Makkah Tekankan Kesiapan Layanan Jelang Puncak Ibadah
a day ago




