Disdik Bangkalan Verifikasi 1.800 Non ASN untuk Usulan PPPK Paruh Waktu
Redaksi - Wednesday, 27 August 2025 | 06:36 PM


salsabilafm.com – Dinas Pendidikan Kabupaten Bangkalan tengah melakukan verifikasi terhadap ribuan tenaga non-ASN di lingkungannya. Proses ini menjadi langkah penting pada pengusulan pengangkatan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) paruh waktu, khususnya bagi tenaga pendidik dan teknis.
Para non-ASN tersebut diminta hadir untuk verifikasi ke Pendopo Pratanu Pemkab Bangkalan pada Rabu (27/8/2025).
Kepala Dinas Pendidikan Bangkalan, Muhammad Ya'kub, menjelaskan, verifikasi ini bertujuan memastikan keabsahan data sekaligus keberadaan para tenaga non-ASN yang tercatat. "PPPK paruh waktu ini mencakup guru dan tenaga teknis di dinas pendidikan. Kami memastikan keberadaan mereka serta persyaratan lain, salah satunya SKPTTPK dari masing-masing kepala sekolah atau lembaga," ujarnya.
Berdasarkan data Disdik, jumlah peserta yang diverifikasi mencapai sekitar 1.800 orang, terdiri dari 220 orang kategori R2 dan 1.630 orang kategori R3. Namun, Ya'kub menegaskan, jika ada tenaga non-ASN yang tidak hadir tanpa alasan jelas, maka otomatis tidak akan diusulkan. "Kalau tidak ada kejelasan yang pasti, tentu akan kami coret dari daftar," tegasnya.
Proses verifikasi dilakukan hanya dalam satu hari dengan sistem bertahap. Pada sesi pertama, peserta yang hadir berasal dari kecamatan sekitar Kota Bangkalan, sedangkan sesi selanjutnya diikuti oleh tenaga pendidikan dari kecamatan yang lebih jauh.
Meski berlangsung tertib, sejumlah peserta sempat mengeluhkan keterbatasan fasilitas, mulai dari kursi, air minum, hingga antrean panjang yang membuat suasana kurang nyaman. Bahkan, ada peserta yang sedang hamil hampir pingsan karena kelelahan.
Menanggapi hal itu, Ya'kub mengakui adanya kendala teknis. "Kegiatan ini sifatnya mendadak, jadi memang dari sisi akomodasi tidak sempat kami persiapkan secara maksimal. Namun, sejak awal kami sudah sampaikan agar antre dengan tertib, bukan berebut. Hal-hal di luar teknis memang sulit dihindari," tuturnya. (*)
Next News

Desa Terdampak Kekeringan di Pamekasan Diprediksi Bertambah, BPBD: Tunggu SK dari Bupati
a day ago

Sempat Hilang Dicuri Maling, Motor Milik Warga Pamekasan Akhirnya Kembali
a day ago

Kecam Pelecehan Seksual terhadap Anak, KOPRI PMII Sampang Desak Pelaku Dihukum Berat
a day ago

SPBU Arahkan Pengguna Jeriken Urus Rekomendasi, Disperta KP: Kalau Diperjualbelikan Kembali Kami Tolak
a day ago

Dinsos PPA Sampang Dampingi Korban Rudapaksa 27 Orang, Pastikan Hak Pendidikan Terpenuhi
a day ago

Pemkab Sampang Tunggu Petunjuk ESDM Jatim Tangani Sumur Bor Diduga Mengandung Gas
a day ago

Kantor Imigrasi Pamekasan Deportasi 5 WNA Asal Malaysia dan Pakistan
20 hours ago

Lahan Tembakau di Pamekasan Dirusak OTK, Petani Rugi Rp6,5 Juta
20 hours ago

Desak Polisi Tangkap 27 Pelaku Rudapaksa Anak, DPRD Sampang: Itu Tindakan Biadab
20 hours ago

Gerakan Indonesia Asri 2026 Diluncurkan di Sampang, Dorong Lingkungan Bersih dan Berkelanjutan
2 days ago





