Selasa, 3 Februari 2026
Salsabila FM
Lintas Berita

Data DBD Sampang 2025: 504 Kasus Positif, 0 Laporan Kematian

Ach. Mukrim - Tuesday, 13 January 2026 | 07:29 AM

Background
Data DBD Sampang 2025: 504 Kasus Positif, 0 Laporan Kematian
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (Kabid P2P) Dinkes-KB Sampang, Samsul Hidayat. (Mukrim/Salsa/)

salsabilafm.com - Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana (Dinkes-KB) Kabupaten Sampang merilis data kumulatif kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) periode Januari hingga Desember 2025. Dari total populasi 1.027.538 jiwa, tercatat sebanyak 504 kasus positif DBD yang ditemukan di Kota Bahari tersebut. 


Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (Kabid P2P) Dinkes-KB Sampang, Samsul Hidayat, mengungkapkan, meskipun total kasus DBD mencapai 504 penderita yang terdiri dari 222 pasien laki-laki dan 228 pasien perempuan pihaknya bersyukur karena tidak ada laporan kematian (Case Fatality Rate 0 persen).


"Kerja keras seluruh tenaga kesehatan di tingkat Puskesmas dalam melakukan penanganan dini sangat krusial, sehingga tahun 2025 ini kita berhasil mencapai nol kematian akibat DBD," katanya, Selasa (13/1/2025).


Samsul mengingatkan, seharusnya upaya pencegahan dimulai dari tingkat keluarga. Sebabnya, dia menghimbau masyarakat untuk tidak hanya mengandalkan metode pengasapan (fogging). Langkah antisipasi yang paling efektif adalah Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) melalui gerakan 3M Plus, yaitu menguras bak mandi, menutup rapat penampungan air, dan mendaur ulang barang bekas. 


"Kami tegaskan bahwa fogging bukan solusi utama karena hanya membunuh nyamuk dewasa. Kami menyarankan masyarakat memasang kawat kasa di ventilasi atau menggunakan kelambu untuk menghindari gigitan nyamuk di pagi dan sore hari," tegasnya.


Samsul meminta masyarakat untuk tidak meremehkan gejala awal demam. Dia menginstruksikan agar warga segera melakukan pemeriksaan medis jika ada anggota keluarga yang mengalami panas tinggi.


"Jangan menunggu sampai muncul bintik merah atau kondisi pasien lemas. Jika demam tidak turun dalam dua hari, segera bawa ke Puskesmas atau fasilitas kesehatan terdekat," imbuhnya.


Deteksi dini, kata dia, sangat krusial agar pasien segera mendapatkan perawatan intensif dan cairan yang cukup guna mencegah fase kritis atau Dengue Shock Syndrome (DSS). Pihaknya memastikan bahwa seluruh Puskesmas di Kabupaten Sampang telah disiagakan, baik dari sisi tenaga medis maupun ketersediaan logistik obat-obatan.


"Seluruh layanan kesehatan di 22 Puskesmas sudah siap menangani pasien DBD. Keberhasilan kita mencapai nol kematian di tahun 2025 adalah hasil dari kecepatan warga dalam memeriksakan diri. Kami harap komitmen hidup bersih ini terus berlanjut di tahun 2026 agar angka kasus bisa kita tekan lebih rendah lagi," ucapnya.


Samsul memaparkan rincian sebaran kasus di 22 Puskesmas yang ada. Menurutnya, wilayah kerja Puskesmas Kamoning menjadi yang tertinggi dengan total 79 kasus. Disusul kemudian oleh Puskesmas Banyuanyar dengan 55 kasus dan Puskesmas Karang Penang dengan 40 kasus.


Wilayah lain yang mencatatkan angka cukup signifikan adalah Puskesmas Tamberu Barat dengan 39 kasus, Puskesmas Pangarengan 38 kasus, Puskesmas Jrangoan 27 kasus, dan Puskesmas Tanjung 26 kasus. Sementara itu, wilayah Puskesmas Omben mencatat 24 kasus, Batulenger 23 kasus, Jrengik 21 kasus, dan Bringkoning 18 kasus.


Selanjutnya, Puskesmas Sreseh dan Ketapang masing-masing mencatatkan 17 kasus, disusul Banyuates 16 kasus, dan Camplong 13 kasus. Untuk wilayah dengan angka belasan terbawah, terdapat Puskesmas Torjun dan Kedungdung dengan masing-masing 12 kasus, serta Bunten Barat 11 kasus. 


"Adapun wilayah dengan kasus terendah berada di Puskesmas Banjar, Tambelangan, dan Robatal yang masing-masing hanya 5 kasus, serta Puskesmas Mandangin yang tercatat hanya 1 kasus," pungkasnya. (Mukrim)