Cerita Anas Mahfud Jalan Kaki ke Makkah, Sempat Ditodong Senjata di Myanmar
Ach. Mukrim - Thursday, 09 October 2025 | 06:44 PM


salsabilafm.com – Sebuah kisah inspiratif datang dari Anas Mahfud (40), pemuda asal Kabupaten Sampang, Madura, yang berhasil menuntaskan perjalanan umrah ke Mekkah dengan berjalan kaki. Perjalanan spiritual penuh perjuangan ini dimulai dari Alun-Alun Sampang pada 1 Februari 2025 dan berakhir di Tanah Suci pada 20 Agustus 2025 lalu.
Anas Mahfud disambut penuh haru oleh masyarakat saat kembali ke kampung halamannya. Meski, menghadapi berbagai tantangan, termasuk konflik di beberapa negara seperti Myanmar, India, dan Pakistan, Anas Mahfud tidak menyerah.
Dia mengaku tidak sepenuhnya berjalan kaki karena faktor keamanan. Namun, tetap melanjutkan perjalanan sesuai kemampuan dan kondisi di lapangan. Anas Mahfud sempat menggunakan kendaraan menuju Dubai, sebelum kembali berjalan kaki dari perbatasan ke wilayah Arab Saudi hingga tiba di Mekkah.
"Saat di Myanmar, setiap 500 meter saya ditodong senjata. Saya hanya bisa menjawab : 'from Indonesia, walking to Makkah,' dan mereka menurunkan senjata," kenang dia menggambarkan ketegangan yang ia hadapi dalam perjalanan.
Setibanya di Mekkah, Anas Mahfud menjalani ibadah umrah dengan khusyuk dan menetap selama 1 bulan 16 hari. Dia mengaku, momen paling mengharukan adalah saat pertama kali duduk di depan Ka'bah, tempat yang selama ini hanya bisa dia bayangkan.
"Saya sampai mencubit pipi sendiri. Tidak percaya bisa sampai di depan Ka'bah setelah semua rintangan itu," ujarnya.
Kepulangannya ke Sampang pada Rabu, 8 Oktober 2025, disambut hangat oleh Camat Sampang Aminullah, jajaran Polsek, dan masyarakat. Anas Mahfud diantarkan ke titik nol tempat awal keberangkatan sebagai simbol keberhasilan misi spiritual yang luar biasa ini.
"Apa yang dilakukan Mas Anas Mahfud patut diapresiasi. Ini sangat jarang terjadi dan merupakan yang pertama serta sukses," ujar Camat Sampang, Aminullah, dalam sambutannya.
Kini, Anas Mahfud tengah menanti keberangkatan ibadah haji yang dihadiahkan oleh salah satu warga Indonesia yang ditemui saat berada di Tanah Suci. Kisah Anas Mahfud bukan sekadar perjalanan fisik, tapi juga menjadi simbol keteguhan hati, keberanian, dan keikhlasan dalam beribadah.
Perjalanannya yang menempuh ribuan kilometer ini menjadi inspirasi bagi banyak orang, bahwa niat tulus dan keyakinan kuat dapat mengantarkan seseorang pada tujuan spiritualnya, seberat dan sejauh apa pun rintangannya. (Mukrim)
Next News

Harga Daging Sapi di Pamekasan Turun Jelang Iduladha
21 hours ago

Tabrakan dengan Truk Molen, Microbus di Pamekasan Nyemplung ke Sawah
a day ago

Bupati Sampang: Dekopinda Mitra Strategis Pemerintah Daerah Kawal Koperasi Desa Merah Putih
a day ago

Kunjungi Radio Salsabila FM, Klinik Mata Sampang Tawarkan Program Edukasi Kesehatan Mata
a day ago

Anggota TNI AL Asal Bangkalan Tewas di KRI Radjiman, Keluarga Ungkap Sejumlah Kejanggalan
a day ago

Pasangan Tunawicara di Bangkalan Dapat Bantuan Bedah Rumah, Maruarar Sirait: Ini Penerima Tepat Sasaran
a day ago

Perpustakaan Sampang Minim Fasilitas Disabilitas, Koleksi Braille Mulai Disediakan
a day ago

Terdampak Efisiensi, Payung Elektrik Alun-Alun Trunojoyo Sampang Beroperasi Terbatas
a day ago

Bersama Pertamina Patra Niaga, Pesanggrahan Tumbuh Menuju Kampung Berkelanjutan
a day ago

Data Kekeringan Belum Lengkap, BPBD Sampang Belum Bisa Pastikan Jumlah Bantuan Air
2 days ago





