Cemburu Buta, Perempuan di Sampang Nekat Bunuh Istri Sah
Ach. Mukrim - Tuesday, 16 January 2024 | 08:07 PM


salsabilafm.com– Misteri pembunuhan sadis terhadap sosok ibu muda yang tewas mengenaskan di dalam kamarnya di Dusun Lor Polor, Desa Karang Gayam, Kecamatan Omben, Sampang akhirnya terungkap. Tindakan kriminal itu ternyata dilatari persoalan Asmara.
Kasat Reskrim Polres Sampang, AKP Sigit Nursiyo Dwiyogo mengatakan, pelaku pembunuhan itu bernama Fitria (23) tetangga korban. Pembunuhan itu terjadi karena pelaku cemburu dan sakit hati akibat cintanya diabaikan oleh suami korban.
"Motif pembunuhan di Karang Gayam ini dipicu soal asmara, tersangka cemburu dan sakit hati ingin menguasai cintanya," ucap Sigit saat konferensi Pers di Mapolres Sampang, Selasa (16/1/2024).
Sigit menjelaskan, hubungan cinta segitiga membuat Fitria gelap mata menghabisi istri selingkuhannya. Pelaku memiliki hubungan gelap dengan suami korban selama 2 tahun.
Kecemburuannya semakin melonjak lantaran suami korban berusaha mengakhiri hubungannya untuk meninggalkan pelaku. Sehingga pelaku merencanakan aksi pembunuhan sehari setelah ditinggal selingkuhannya pergi ke Surabaya.
"Suami korban berencana tinggal dengan istrinya ke Surabaya untuk kerja jualan sekaligus agar mengakhiri hubungan, namun pelaku justru menghabisi istri selingkuhan," Jelasnya.
Ia menambahkan, kasus pembunuhan sadis ini terungkap usai polisi melakukan penyelidikan dan penyidikan dengan pemeriksaan saksi-saksi hingga mengungkap pelaku bernama Fitria.
"Penyidikan kami menggunakan teknologi ITE dan dipadukan dengan hasil penyelidikan dan penyidikan dilapangan,"imbuhnya.
Pelaku sempat menghadiri pemakaman korban di Dusun Lorpolor untuk mengelabuhi aksinya. Tak hanya itu, pelaku juga sempat menghilangkan barang bukti pakaian baju yang digunakannya agar jejak kejahatan tidak terdeteksi polisi.
"Baju pelaku dibuang ke semak belukar di belakang rumahnya, barang bukti celurit didapat dari rumah pelaku milik saudaranya yg merantau ke jakarata," papar Sigit.
Dari peristiwa tersebut, polisi menyita barang bukti celurit, pakaian pelaku, dan pakaian korban yang masih terdapat bercak darah.
Saat ini, polisi terus mendalami dan memeriksa kasus pembunuhan tersebut untuk mengungkap apakah ada keterlibatan tersangka lain.
Akibat perbuatannya, pelaku dijerat Pasal 340 KUHP subsider Pasal 338 dan Pasal 351 tentang tindak pidana pembunuhan dengan ancaman hukuman 20 tahun penjara atau hukuman mati. (Mukrim)
Next News

Pembalut Masih Dikenai PPN, DJP: Beban Pajak Efektif Setara 11 Persen
7 hours ago

Luar Biasa! Gita Nada Idaman AL-Munawarah Borong 6 Piala di WMC Season 5 Se-Jawa Timur
a day ago

Balap Liar di JLS Sampang, 36 Sepeda Motor Diamankan Polisi
a day ago

Melihat Sampang dari Seberang Jalan: Menggugat Pendidikan dan Ruang Perempuan Lewat Diskusi Literasi
a day ago

MUI dan HMI Bangkalan Gelar Bedah Buku Etika Pengolahan Air Limbah
a day ago

Penginjak Alquran di Pamekasan Terancam 5 Tahun Penjara
a day ago

600 Ton Beras SPHP Diduga Dioplos, Kerugian Negara Capai Rp3,3 Miliar
a day ago

Pengurus Ranting dan Lembaga MWC NU Pulau Mandangin 2026-2031 Resmi Dilantik
a day ago

Warga Bangkalan Temukan Bayi Perempuan Menangis di Teras Toko
3 days ago

Pura-pura Tanya Alamat, Pria Tak Dikenal di Bangkalan Diduga Lecehkan Siswi
3 days ago





