Sabtu, 10 Januari 2026
Salsabila FM
Lintas Berita

Bukan Sekadar Mengajar, Guru di Sampang Dituntut Ciptakan 'Joyful Learning' di Era Digital

Ach. Mukrim - Friday, 09 January 2026 | 04:51 AM

Background
 Bukan Sekadar Mengajar, Guru di Sampang Dituntut Ciptakan 'Joyful Learning' di Era Digital
Kepala Bidang (Kabid) Sekolah Dasar (SD) Disdik Sampang, Yusuf. (Mukrim/Salsa/)

salsabilafm.com - Memasuki awal tahun 2026, tantangan dunia pendidikan di Kabupaten Sampang semakin kompleks seiring dengan masifnya transformasi digital. Menanggapi hal tersebut, Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Sampang menyatakan, peran guru kini harus bertransformasi tidak lagi sekadar menggugurkan kewajiban mengajar, tetapi wajib menciptakan ekosistem Joyful Learning (pembelajaran yang menyenangkan).


Kepala Bidang (Kabid) Sekolah Dasar (SD) Disdik Sampang, Yusuf, mengatakan, di era digital ini, guru dituntut untuk lebih adaptif, kreatif, dan inovatif dalam mengimplementasikan kurikulum agar tetap relevan dengan perkembangan zaman.


“Pendidikan bukan hanya soal transfer materi di kelas. Guru yang memahami esensi pembelajaran akan mampu menciptakan suasana belajar yang menyenangkan, namun tetap bermakna dan berdampak nyata bagi siswa,” katanya, Jum'at (9/1/2026).


Yusuf menjelaskan, metode Joyful Learning menjadi kunci agar tidak ada siswa yang merasa tertinggal (no student left behind). Dengan suasana yang positif, guru dapat lebih mudah mengenali dan menggali potensi unik dari setiap peserta didik yang memiliki kemampuan beragam. Dia juga memperingatkan, pendekatan konvensional yang kaku dapat berdampak negatif pada perkembangan mental anak. 


"Ruang kelas adalah fondasi pembentukan karakter dan pola pikir. Jika pemahaman pembelajarannya kuat dan menyenangkan, maka fondasi masa depan siswa juga akan kokoh," tegasnya.


Dia juga memandang kualitas pengajaran hari ini sebagai investasi jangka panjang. Hasil dari pola pembelajaran yang diterapkan saat ini diprediksi baru akan terlihat dampaknya bagi kemajuan daerah dalam 10 hingga 20 tahun mendatang.


“Kita ingin memastikan guru-guru di Sampang mampu menyikapi keberagaman kemampuan siswa di kelas dengan cara-cara yang inovatif. Inilah yang akan menentukan kualitas generasi penerus kita,” pungkasnya. (Mukrim).