Angka Pengangguran di Sampang Turun Tipis, Pertanian Paling Banyak Serap Tenaga Kerja
Ach. Mukrim - Tuesday, 24 February 2026 | 03:24 AM


salsabilafm.com - Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Kabupaten Sampang, Jawa Timur, mencatatkan penurunan tipis pada tahun 2025. Data terbaru menunjukkan angka pengangguran berada di level 2,44 persen, menyusut 0,06 persen dibandingkan tahun 2024 yang mencapai 2,5 persen.
Kepala Bidang Pelatihan dan Hubungan Industrial Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Sampang, Ervien Budi Jatmiko, mengatakan, penurunan ini merupakan hasil kolaborasi antara kebijakan pemerintah pusat dan intervensi pemerintah daerah.
"Penurunan ini dipengaruhi kombinasi program pusat dan daerah. Meskipun turun, struktur ketenagakerjaan kita masih sangat bergantung pada sektor primer," katanya, Selasa (24/2/2026).
Menurutnya, hingga saat ini sektor pertanian tetap menjadi penyerap tenaga kerja terbesar di Sampang dengan total sekitar 292 ribu orang. Posisi kedua ditempati oleh sektor jasa dengan 188 ribu orang, disusul sektor industri sebanyak 72 ribu orang.
"Total angkatan kerja di Kabupaten Sampang saat ini atau yang kita sebut penduduk usia produktif yang bekerja maupun yang aktif mencari pekerjaan sekitar 603 ribu orang," ujarnya.
Ervien juga menyoroti potensi penyerapan tenaga kerja melalui program nasional Makan Bergizi Gratis (MBG). Meski Disnaker tidak terlibat teknis dalam pelaksanaan, program ini diproyeksikan memberikan dampak signifikan pada lapangan kerja lokal.
"Satu unit dapur MBG rata-rata mampu menyerap 40 hingga 50 pekerja, mulai dari tenaga dapur hingga manajemen. Dengan target operasional sekitar 110 dapur, ini tentu menjadi peluang besar bagi masyarakat," tambahnya.
Di sisi lain, lanjutnya, upaya peningkatan kompetensi tenaga kerja melalui jalur pelatihan menghadapi tantangan anggaran. Pada tahun anggaran 2026, Disnaker Sampang hanya menerima alokasi Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) sebesar Rp900 juta.
Anggaran ini mengalami penurunan drastis dibandingkan tahun 2025. Akibatnya, jumlah kegiatan pelatihan menyusut dari 24 kegiatan (620 peserta) pada tahun lalu, menjadi hanya 11 kegiatan dengan kuota 176 peserta di tahun ini.
Adapun jenis pelatihan yang akan dibuka meliputi kejuruan menjahit, servis motor, pengelasan, hingga komputer. Pelatihan akan berlangsung selama 30 hari tanpa dipungut biaya (gratis), dengan sistem pendaftaran yang dilakukan secara daring (online)
"Penurunan jumlah pelatihan ini sejalan dengan berkurangnya alokasi DBHCHT. Mengingat APBD murni tidak mengalokasikan anggaran pelatihan, maka kami memaksimalkan dana yang ada," pungkasnya. (Mukrim)
Next News

2 Spesialis Curanmor di Bangkalan Diringkus Polisi, Beraksi di 11 TKP
a day ago

BPBD Isi Air 5 Sumur Warga Sumenep yang Kering
a day ago

Pertamina Patra Niaga Bawa 5 UMKM Binaan Tampil di Surabaya Great Expo 2026
a day ago

Perwakilan Sampang Ditargetkan Masuk 10 Besar pada Grand Final Raka Raki Jatim 2026
a day ago

Amanda Amilia Raih 2 Medali Emas KSPI, Harumkan Nama Sampang di Tingkat Nasional
a day ago

Kendala Anggaran, Formasi Paskibraka Sampang Belum Penuhi Komposisi 17-8-45
a day ago

2 Penduduk Tertua di Indonesia Berasal dari Bangkalan dan Pamekasan
2 days ago

Jaksa Geledah Kantor PUPR Pamekasan, Diduga Terkait Proyek Jalan Rp 3,7 Miliar.
2 days ago

Dump Truk Jatuh ke Lubang Galian C di Pamekasan, Sopir Selamat
2 days ago

Motor Angkut Jeriken BBM Terbakar Usai Tabrak Pikap di Pamekasan, 1 Orang Meninggal
2 days ago



